TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Seni Menemukan Kebahagiaan dalam Rasa Cukup

Seni Menemukan Kebahagiaan dalam Rasa Cukup

Hidup adalah seni mengelola ketidakpastian, menerima setiap takdir dengan lapang dada sebagai simbol kebijaksanaan.
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Hidup adalah seni mengelola ketidakpastian, menerima setiap takdir dengan lapang dada sebagai simbol kebijaksanaan. Ketika kita meneguhkan rasa cukup dalam diri, kita telah memilih jalan untuk meraih cinta Tuhan dengan tulus.

Rasa cukup adalah tanda syukur yang menawan. Ia hadir berdampingan dengan kesabaran dan ketulusan dalam menghadapi jalan terjal kehidupan. Senyum yang kita sematkan, serta prasangka baik terhadap setiap nikmat yang diberikan Allah SWT, adalah wujud nyata dari rasa cukup yang mengagumkan.

Dari Mu'adz bin Jabal RA, Rasulullah SAW bersabda dengan penuh kasih, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian beliau mengajarkan doa yang harus senantiasa dipanjatkan setelah shalat: "Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat, bersyukur, dan beribadah kepada-Mu dengan baik" (HR Abu Daud). Hadis ini menjadi pengingat bahwa syukur adalah kunci ketenangan hati dan keteguhan iman.

Rasa cukup menangkis godaan keinginan yang berlebihan, yang sering kali melahirkan keburukan. Melalui keteguhan hati, kita dapat mentafakuri dan menghayati setiap karunia Tuhan. Rasa cukup adalah buah dari iman dan takwa kepada Allah Yang Maha Penyayang.

Rasulullah SAW pun mengajarkan bahwa syukur harus dirawat dengan tekad yang kuat. Berusaha menghindari kufur nikmat, menegakkan amal kebaikan, berdoa dengan ketulusan, dan memperkuat keyakinan kepada Tuhan adalah langkah-langkah yang harus kita tempuh. Dengan demikian, kita dapat menjadi individu yang pandai bersyukur dan merasa cukup atas segala karunia-Nya.

Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya, "Jika kamu bersyukur, Aku akan melimpahkan lebih banyak berkah kepadamu. Tetapi, jika kamu mengabaikan nikmat-Ku, maka azab-Ku sangat pedih" (QS Ibrahim: 7). Ayat ini mengingatkan kita bahwa rasa cukup membawa keberkahan, sementara ketidakpuasan dapat menjauhkan kita dari nikmat-Nya.

Hal yang besar belum tentu cukup. Hal yang kecil belum tentu kurang. Segala hal yang kita miliki adalah porsi terbaik yang diberikan oleh Tuhan. Maka, cukup berarti bahagia dan bersyukur sepenuh hati, bahkan untuk hal-hal kecil dan sederhana. Karena dalam syukur yang tulus, terletak kebahagiaan yang sesungguhnya.
Seni Menemukan Kebahagiaan dalam Rasa Cukup


Oleh: Muhamad Yoga Firdaus
Editor: Warsono

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar

https://jabar.kabaran.id/p/bergabunglah-peluang-karier-di-dunia.html
Pasang Iklan Disini: 0878-5243-1990
Seedbacklink