TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Musrenbang Baros Fokus Pemantapan Pelayanan dan Penanganan Banjir

Musrenbang Baros Fokus Pemantapan Pelayanan dan Penanganan Banjir

Musrenbang Baros Fokus Pemantapan Pelayanan dan Penanganan Banjir
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dengan mengusung tema Pemantapan Pelayanan Masyarakat dan Pelayanan Publik. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Baros, Kamis (22/1/2026), dan menjadi titik awal perumusan arah pembangunan Kota Cimahi untuk tahun anggaran 2027.

Forum strategis ini dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimda, Camat Cimahi Tengah, Lurah Baros, Ketua LPM Kota Cimahi, LPM Kecamatan Cimahi Tengah, LPM Kelurahan Baros, tim fasilitator kelurahan, hingga seluruh peserta Musrenbang Kelurahan Baros Tahun 2026.

Dalam kesempatan wawancara dengan awak media, Lurah Baros, Gugun Tristanto, S.IP., menegaskan bahwa salah satu prioritas utama hasil Musrenbang tahun ini adalah perbaikan drainase. Langkah tersebut dinilai mendesak seiring meningkatnya persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Baros.

“Permasalahan banjir saat ini menjadi perhatian serius. Karena itu, kami memprioritaskan perbaikan fisik drainase yang paling mendesak. Musrenbang ini kami manfaatkan untuk menampung aspirasi warga secara penuh, agar kebutuhan dan persoalan lingkungan dapat disampaikan langsung,” ujar Gugun.

Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam perencanaan pembangunan. Seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan digali dan dirumuskan secara terbuka, sehingga program yang dilaksanakan ke depan benar-benar menjawab persoalan di lapangan, khususnya terkait genangan air dan banjir.

Gugun juga mengungkapkan bahwa penanganan awal telah dilakukan, salah satunya di RW 20. Bersama DPKP, tim Kebersihan (Kecebong), masyarakat, serta unsur TNI-Polri, pihak kelurahan bergotong royong membersihkan saluran drainase yang tersumbat.

Adapun wilayah yang tercatat kerap terdampak banjir meliputi RW 6, RW 8, dan RW 15. Kawasan tersebut akan menjadi fokus penanganan lanjutan dalam program pembangunan dan perbaikan infrastruktur ke depan.

“Penanganan banjir ini sejalan dengan program prioritas Wali Kota Cimahi. Namun, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan melalui swadaya dan kerja bakti gotong royong. Ke depan, kegiatan bersih-bersih saluran air akan kami rutinkan, termasuk setiap hari Sabtu,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Gugun mengimbau masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran air. Menurutnya, penyempitan drainase akibat bangunan liar berpotensi memperparah risiko banjir di kemudian hari.

“Kami mohon kesadaran bersama. Drainase harus tetap terbuka agar aliran air lancar dan tidak meluap ke permukiman warga,” pungkasnya. **

Musrenbang Baros Fokus Pemantapan Pelayanan dan Penanganan Banjir

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar

RajaBackLink.com RajaBackLink.com