TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Backsight Satukan Ego Dalam Musik

Backsight Satukan Ego Dalam Musik

Backsight Satukan Ego Dalam Musik
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Band underground asal Bandung, Backsight, terus menunjukkan eksistensinya di tengah geliat skena musik keras independen Indonesia sejak resmi terbentuk pada 11 Juli 2025.

Berawal dari formasi sederhana yang hanya diisi tiga personel, kini Backsight berkembang menjadi lima personel dengan identitas musik yang semakin matang, agresif, dan emosional.

Perjalanan mereka tidak lahir dari kemudahan. Di masa awal pembentukan, Backsight mengaku berjalan secara mandiri tanpa dukungan besar maupun sorotan publik.

Namun semangat kolektif dari komunitas musik bawah tanah dan lingkaran skena emosional di Kota Bandung menjadi bahan bakar penting yang membuat mereka mampu bertahan hingga saat ini.

Perubahan formasi menjadi bagian dari dinamika perjalanan Backsight. Masuknya personel baru seperti Widdi dan Andre membawa warna baru dalam aransemen musik mereka.

Meski sempat mengalami pergantian drummer setelah Roni memilih mundur secara baik-baik akibat perbedaan pandangan, band ini tetap menjaga solidaritas dan fokus melanjutkan perjalanan kreatifnya.

Secara musikalitas, Backsight dikenal mengusung warna hardcore yang dipadukan dengan sentuhan emosional serta pengaruh berbagai genre lain dari latar belakang masing-masing personel.

Mereka menyebut benang merah musik Backsight tetap berada di jalur musik keras, namun kini lebih kaya dengan eksplorasi yang dinamis dan emosional.

Nama “Backsight” sendiri menyimpan filosofi mendalam. Nama tersebut diartikan sebagai gerakan dari belakang, semangat pembuktian diri, hingga bentuk luapan dendam positif untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berkarya dan layak diperhitungkan di dunia musik independen.

Dalam proses kreatifnya, seluruh personel terlibat aktif membangun identitas lagu. Ide musik biasanya lahir dari lirik maupun materi mentah yang kemudian dikembangkan bersama hingga menjadi satu kesatuan utuh.

Mereka percaya komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci utama agar setiap ide dapat menyatu tanpa menghilangkan karakter masing-masing.
Backsight Satukan Ego Dalam Musik

Backsight Satukan Ego Dalam Musik
“Tantangan terbesar bukan soal panggung atau karya, tapi bagaimana meredam ego setiap personel agar tetap berjalan dalam satu visi,” ungkap salah satu personel Backsight saat diwawancarai Kabaran Jabar dalam program “Literock Society” di K•lite FM Bandung pada Minggu (24/5/2026) malam.

Tidak hanya menghadirkan musik keras, Backsight juga ingin membawa pesan sosial melalui karya-karyanya.

Mereka berharap lagu-lagu yang diciptakan mampu menjadi media penyampaian keresahan sekaligus ruang pelarian bagi para pendengar yang memiliki pengalaman serupa.

Respon terhadap karya terbaru mereka pun disebut cukup positif dan beragam. Dukungan dari para pendengar menjadi energi besar bagi Backsight untuk terus berkembang dan menjaga konsistensi berkarya di jalur independen.

“Energi dari teman-teman pendukung sangat berarti buat kami. Doa dan dukungan mereka jadi penyemangat untuk terus berkarya,” ujar mereka.

Saat ini Backsight diperkuat oleh Arie Rock sebagai vokalis, Widdi pada gitar satu, Andre gitar dua, Occa bass, serta Sonel di posisi drum.

Perbedaan karakter dan latar belakang musik para personel justru menjadi kekuatan yang menyatukan mereka dalam satu visi besar.

Dukungan keluarga serta orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Backsight membangun identitas dan menjaga eksistensi di tengah kerasnya persaingan skena musik independen Indonesia. (Bd20)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar