Kabaran Jabar, - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-25, Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Jurnalis Media Independen Indonesia (DPP AJMII) menggelar Diskusi Jurnalistik bertajuk "Refleksi HUT Kota Cimahi ke-25: Menakar Peran Media dalam Pembangunan Kota Cimahi Ditinjau dari Perspektif Hukum" yang berlangsung di Gedung Aula Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan insan pers, pemerintah, akademisi, praktisi hukum, penyelenggara pemilu, serta pelaku dunia usaha untuk membahas peran strategis media dalam mendukung pembangunan daerah yang demokratis, transparan, partisipatif, dan berlandaskan hukum.
Diskusi menghadirkan enam narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Ketua DPP AJMII Achmad Syafei, S.H., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi Hendra Gunawan, S.Sos., M.I.P., perwakilan Ketua Bawaslu Kota Cimahi Akhmad Yasin Nugraha, Ketua Peradin BPC Tasikmalaya R. Deny J. Mucharam, S.H., LL.M., Ketua Kadin Kota Cimahi Asep Maryadi, serta jurnalis IDN Citizen.com Armanda.
Acara dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP AJMII sekaligus Pemimpin Redaksi Berita Jabar News (BJN), Ir. Jumari Haryadi. Sementara itu, Rully Hamidah bertindak sebagai pembawa acara dan Kristin Simanjuntak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Ketua DPP AJMII Achmad Syafei menegaskan bahwa jurnalisme memiliki posisi yang sangat strategis dalam proses pembangunan daerah.
Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial guna mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan publik.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Oleh karena itu, insan pers memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, edukatif, serta mampu membangun optimisme masyarakat tanpa mengabaikan fungsi kontrol sosial.
"Melalui diskusi jurnalistik ini, AJMII ingin memperkuat sinergi antara media, pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan Kota Cimahi yang semakin maju, demokratis, dan berkeadilan," ujar Achmad Syafei.
Ia juga menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam diskusi merupakan bentuk refleksi atas perjalanan Kota Cimahi selama 25 tahun, sekaligus momentum untuk mengevaluasi kontribusi media dalam mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa insan pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi, Hendra Gunawan, saat menghadiri diskusi bertema perspektif hukum pers dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Cimahi.
Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini telah berkontribusi mengawal pembangunan Kota Cimahi melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan edukatif.
"Media bukan hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang edukasi publik, membangun literasi masyarakat, mengawal jalannya pemerintahan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan pemerintah, sementara pemerintah memperoleh masukan berharga dari dinamika yang berkembang di tengah masyarakat," ujar Hendra.
Menurutnya, tema diskusi mengenai kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik sangat relevan dalam memperkuat demokrasi. Pemerintah, katanya, memiliki kewajiban menjalankan pemerintahan yang transparan dan membuka akses informasi kepada publik, sementara media berkewajiban menjunjung tinggi kode etik jurnalistik melalui proses verifikasi, konfirmasi, serta penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
Hendra juga menyoroti tantangan era digital yang membuat setiap orang dapat dengan mudah menyebarkan informasi melalui media sosial. Karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan antara media sosial dengan media massa yang bekerja berdasarkan kaidah jurnalistik.
"Keberadaan media yang profesional, independen, dan berintegritas menjadi semakin penting sebagai penjaga kualitas informasi publik serta benteng menghadapi penyebaran hoaks dan disinformasi," tegasnya.
Selain itu, ia menilai media juga memiliki kontribusi besar dalam membangun citra daerah yang positif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik dan menciptakan iklim investasi yang sehat. Investor, menurutnya, tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga stabilitas daerah, kualitas tata kelola pemerintahan, kepastian hukum, serta komunikasi publik yang baik.
Di akhir sambutannya, Hendra mengakui masih adanya berbagai tantangan pembangunan di Kota Cimahi, mulai dari keterbatasan fiskal hingga upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia optimistis seluruh tantangan dapat dihadapi melalui semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media.
"Mari kita jadikan media bukan sekadar penyampai berita, tetapi mitra strategis dalam membangun Kota Cimahi. Pemerintah membutuhkan masukan, masyarakat membutuhkan informasi yang benar, dan media menjadi jembatan yang mempertemukan keduanya. Dengan semangat kolaborasi, keterbukaan, dan saling menghormati, saya yakin Kota Cimahi akan terus tumbuh menjadi kota yang semakin mantap dan semakin happy," pungkasnya.
Pada akhir kegiatan, Ketua Panitia Ir. Jumari Haryadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya diskusi hingga berjalan lancar dan sukses.
DPP AJMII juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cimahi, Bawaslu Kota Cimahi, Peradin BPC Tasikmalaya, Kadin Kota Cimahi, Jurnalis IDNCitizen.com, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Sinergi yang terjalin diharapkan menjadi fondasi kuat dalam memperkuat peran media sebagai mitra strategis pembangunan daerah, penguatan demokrasi, serta penegakan supremasi hukum di Kota Cimahi. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar