TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Wakil Wali Kota Cimahi Dorong Perempuan Aktif Berpolitik

Wakil Wali Kota Cimahi Dorong Perempuan Aktif Berpolitik

Wakil Wali Kota Cimahi Dorong Perempuan Aktif Berpolitik
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Cimahi menyelenggarakan Workshop Penguatan Jaringan dan Kerja Sama di Bidang Politik, di aula Gedung B Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi yang dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi, Aditya Yudistira, serta dukungan dari berbagai unsur termasuk Anggota Dewan DPRD Kota Cimahi, pada Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta mempererat kolaborasi antarperempuan lintas partai politik dalam mendorong partisipasi politik yang inklusif dan berkualitas.

Workshop yang diikuti oleh peserta dari berbagai unsur perempuan politik tersebut mengusung semangat "KPPI Satu Tekad, Satu Tujuan".

Melalui kegiatan ini, para peserta didorong untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, serta memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan peran strategis perempuan di bidang politik dan pembangunan daerah.

Wakil Wali Kota Cimahi, Aditya Yudistira, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya melalui keterlibatan aktif di bidang politik dan proses perumusan kebijakan publik.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi Ketua KPPI Kota Cimahi, Bu Aida, beserta seluruh jajaran yang dinilai konsisten membangun sinergi dan memperkuat peran perempuan di Kota Cimahi.
Wakil Wali Kota Cimahi Dorong Perempuan Aktif Berpolitik
Wakil Wali Kota Cimahi Dorong Perempuan Aktif Berpolitik
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Ibu Aida selaku Ketua KPPI Kota Cimahi beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan ruang bagi perempuan untuk terus berkembang, berorganisasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," ujar Aditya.

Aditya juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang hadir serta dukungan dari berbagai unsur, termasuk Angggota Dewan DPRD Kota Cimahi dan Pemerintah Kota Cimahi.

Menurutnya, kehadiran perempuan dalam berbagai ruang strategis merupakan bukti nyata bahwa perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

Ia menilai, keterwakilan perempuan dalam politik tidak boleh hanya dipandang sebagai pemenuhan kuota, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

"Saya berharap pada pemilu yang akan datang semakin banyak perempuan yang tampil sebagai pemimpin, baik sebagai anggota legislatif maupun kepala daerah. Kota Cimahi sendiri telah menunjukkan kemajuan dengan hadirnya perempuan pada posisi-posisi strategis di pemerintahan," katanya.

Aditya menambahkan bahwa berbagai kebijakan pemerintah akan lebih komprehensif apabila disusun dengan melibatkan perspektif perempuan.

Oleh karena itu, ia mendorong agar perempuan terus aktif menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, dan berpartisipasi dalam organisasi maupun kegiatan kemasyarakatan.

Ia juga mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat mulia, baik sebagai ibu dalam keluarga maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Menurutnya, keduanya dapat berjalan beriringan selama mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab di lingkungan keluarga dan kontribusi di ruang publik.

"Perempuan memiliki peran yang luar biasa. Selain menjadi pilar utama dalam keluarga, perempuan juga mampu menjadi penggerak organisasi, memberikan gagasan, serta ikut menentukan arah kebijakan pembangunan. Karena itu, jangan pernah ragu untuk terus berkontribusi bagi Kota Cimahi," tutup Aditya.

Pemerintah Kota Cimahi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi dan mendorong keterwakilan perempuan dalam dunia politik. Diharapkan, hasil workshop dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan Kota Cimahi.

Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, KPPI Kota Cimahi berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas perempuan politik sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Ketua panitia menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan mampu menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, sekaligus meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

Selain mempererat hubungan antarkader perempuan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam proses demokrasi, mulai dari pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan publik, hingga pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. (Bd20)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar