Kabaran Jabar, - Keberanian menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama menjadi sorotan dalam pernyataan Ormas (COBRA) Commando Baros Ranger.
Organisasi tersebut menilai kebijakan pemerintah daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pernyataannya, Ormas Cobra menyoroti kepemimpinan Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah, sebagai salah satu contoh kepala daerah yang dinilai berani mengambil kebijakan dengan menempatkan pendidikan sebagai prioritas anggaran.
Menurut Cobra, pengalaman Anwar Hafid yang pernah menjabat sebagai kepala desa, camat, asisten, hingga Bupati Morowali selama dua periode menjadi bagian dari perjalanan birokrasi yang membentuk kedekatannya dengan persoalan masyarakat.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah program pendidikan gratis selama 13 tahun, mulai dari PAUD hingga SMA.
Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu meringankan beban orang tua, khususnya ketika memasuki tahun ajaran baru.
Selain itu, organisasi tersebut menyoroti program Berani Cerdas yang disebut memberikan dukungan pembiayaan pendidikan tinggi bagi masyarakat Sulawesi Tengah, termasuk untuk jenjang S1 hingga S3.
Cobra menilai keberpihakan terhadap pendidikan membutuhkan keberanian dalam menentukan skala prioritas anggaran.
“Negara ini tidak kekurangan uang. Yang kita kekurangan adalah keberanian untuk memprioritaskan rakyat,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pernyataan organisasi tersebut.
Menurut mereka, efisiensi anggaran semestinya diarahkan untuk membiayai kebutuhan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pendidikan dan kesehatan dinilai sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang.
Cobra juga menyampaikan pesan kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia agar memandang jabatan sebagai amanah, bukan sebagai bentuk kekuasaan.
“Jabatan itu titipan, bukan tahta. Pemimpin dipilih bukan sekadar untuk nyaman di kursi, tetapi untuk membuat rakyat merasa lebih nyaman,” tulis organisasi tersebut.
Mereka juga menilai keterbatasan APBD tidak seharusnya selalu menjadi alasan untuk menunda program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Cobra, yang lebih penting adalah keberanian mengevaluasi program, melakukan efisiensi, dan menentukan skala prioritas secara tepat.
Dalam pandangan organisasi tersebut, investasi terbesar pemerintah bukan hanya pembangunan jalan, gedung, atau infrastruktur lainnya, tetapi juga pembangunan manusia melalui pendidikan dan kesehatan.
“Jalan bisa rusak dan diperbaiki. Gedung bisa roboh dan dibangun kembali. Namun, anak yang putus sekolah karena persoalan biaya dapat kehilangan kesempatan untuk membangun masa depannya,” tegasnya.
Cobra berharap semangat keberpihakan terhadap pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia.
Organisasi tersebut meyakini bahwa pembangunan manusia yang dilakukan secara konsisten dari daerah akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Pemimpin hebat bukan yang banyak membangun patung, tetapi yang banyak membangun manusia,” demikian pesan penutup Ormas Cobra.
Pernyataan tersebut ditutup dengan semangat “Satu Hati, Satu Jiwa, Untuk Indonesia Cerdas.”
Cimahi, 11 September 2026
Ormas (COBRA) Commando Baros Ranger Kota Cimahi
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar