Kabaran Jabar, - Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan persoalan sampah harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan. Hal tersebut semakin penting menyusul rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat pada Oktober 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Ngatiyana saat membuka kegiatan pelatihan bidang Green Jobs bagi masyarakat Kota Cimahi di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jalan Raya Tangkuban Perahu KM 04, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam dua program, yakni peningkatan kompetensi pengolahan sampah organik serta peningkatan kompetensi pembudidayaan Maggot Black Soldier Fly (BSF).
Menurut Ngatiyana, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Cimahi meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Atas nama Pemerintah Kota Cimahi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPVP Bandung Barat atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.
Ia mengatakan, sampah tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan kebersihan. Apabila dikelola secara tepat, sampah memiliki potensi ekonomi yang dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan melalui konsep Green Jobs.
“Sampah ini tidak boleh lagi kita pandang hanya sebagai persoalan kebersihan. Sampah juga memiliki potensi ekonomi bagi kita semuanya,” katanya.
Ngatiyana menekankan agar keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan tidak berhenti pada kepemilikan sertifikat.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah kemampuan peserta dalam memahami pengetahuan, mempraktikkan keterampilan, dan mengembangkannya menjadi kegiatan produktif.
“Jangan hanya mendapatkan sertifikat. Yang paling penting adalah kompetensinya. Kuasai ilmunya, praktikkan keterampilannya, dan manfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan daya saing, baik dalam mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar sebanyak mungkin sampah dapat diselesaikan di Kota Cimahi sehingga ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir dapat dikurangi.
“Harapan saya dengan adanya pelatihan ini sampah kita bisa diolah sendiri di Kota Cimahi dan mendapatkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ngatiyana juga mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban.
“Jangan ini sekadar untuk menggugurkan kewajiban, tetapi serap ilmunya, ambil keterampilannya, kemudian terapkan di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Selain pengelolaan sampah, menurut Ngatiyana, konsep Green Jobs dapat dikembangkan lebih luas pada berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perdagangan, pariwisata, serta bidang lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program peningkatan kompetensi mampu menghasilkan dampak nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Kita ingin pelatihan ini menghasilkan dampak nyata: sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan masyarakat semakin produktif,” ujarnya.
Dorong Generasi Muda Tekuni Pertanian dan Peternakan
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga mengajak generasi muda agar tidak meninggalkan sektor pertanian dan peternakan di tengah perkembangan teknologi serta era digital.
Menurutnya, kedua sektor tersebut masih memiliki potensi besar apabila dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Ia mencontohkan pengalamannya ketika bertugas di Timor-Timur pada era 1980-an. Saat itu, ia melihat metode pertanian masyarakat masih dilakukan secara sederhana sehingga diperlukan pendampingan dan transfer pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas.
“Ini juga tergantung niatan kita. Kalau kita pelatihan di sini tidak serius, ya hanya membuang-buang uang saja. Oleh sebab itu, ambil ilmunya, nanti terapkan di wilayah kita masing-masing,” katanya.
Ngatiyana meminta peserta pelatihan asal Kota Cimahi dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
“Harus punya banyak kreativitas dan inovasi untuk mengabdi dalam hal ini. Mari kita bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan Green Jobs tersebut dapat melahirkan masyarakat yang semakin terampil, produktif, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan persoalan sampah di Kota Cimahi.
“Serap ilmunya, kuasai keterampilannya, dan berikan manfaat bagi masyarakat Kota Cimahi. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai,” pungkasnya. ***
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:






0Komentar