Kabaran Jabar, - Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Cobra Commando Baros Ranger Kota Cimahi, Deddy Supriadi, menyampaikan kritik keras terhadap dugaan korupsi dana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menilai, penyalahgunaan dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan bencana merupakan persoalan serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat yang tengah menghadapi penderitaan akibat bencana.
Dalam pernyataan tertulisnya, Deddy mengaku prihatin setelah melihat sebuah video yang memperlihatkan lima tersangka kasus dugaan korupsi dana BNPB digiring petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuju mobil tahanan dengan mengenakan rompi oranye.
Ia juga menyoroti keberadaan sebuah sandal jepit yang tertinggal di lantai dalam video tersebut. Bagi Deddy, benda sederhana itu menjadi simbol pengingat tentang pentingnya menjaga hati nurani dan tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah.
“BNPB adalah lembaga yang memiliki tugas mulia, yakni membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Dana yang dikelola bukan sekadar anggaran proyek, melainkan diperuntukkan bagi masyarakat yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga akibat bencana,” ungkap Deddy dalam pernyataannya.
Menurutnya, dana penanggulangan bencana harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Sebab, setiap anggaran yang disediakan negara memiliki tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Deddy mempertanyakan bagaimana dugaan penyalahgunaan dana yang berkaitan dengan kebutuhan korban bencana dapat terjadi, sementara para pejabat dan pihak yang diberi amanah seharusnya mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Tidak ingatkah kita akan dosa? Tidak ingatkah bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya?” tulisnya.
Ia menegaskan, jabatan, penghasilan, tunjangan, dan penghormatan dari masyarakat semestinya menjadi tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik, bukan alasan untuk menyalahgunakan kewenangan.
Deddy juga mengingatkan seluruh pejabat publik agar tidak melupakan sumpah dan janji yang diucapkan ketika dilantik. Menurutnya, amanah jabatan harus dijalankan dengan kejujuran, integritas, dan kesetiaan terhadap kepentingan rakyat.
“Jabatan tidak abadi, kehidupan tidak kekal, dan harta hasil korupsi tidak akan dibawa mati. Pada akhirnya, setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Deddy menyebut kritik tersebut tidak hanya ditujukan kepada pihak-pihak yang terseret dalam kasus dugaan korupsi dana BNPB, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara negara dan masyarakat, termasuk dirinya sendiri, untuk senantiasa menjaga integritas.
Ia mengingatkan bahwa proses hukum di dunia harus berjalan secara adil dan transparan. Sementara itu, dari sisi moral dan keagamaan, setiap perbuatan juga memiliki konsekuensi yang tidak dapat dihindari.
“Pengadilan akhirat tidak mengenal orang dalam,” tulis Deddy dalam pernyataannya.
Dalam kesempatan tersebut, Deddy menyampaikan dukungan kepada KPK agar terus menjalankan tugas pemberantasan korupsi secara profesional, independen, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia berharap pengusutan perkara dugaan korupsi dana BNPB dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti yang cukup.
“Kami dari Ormas Cobra Commando Baros Ranger mendukung penuh KPK. Jangan berhenti pada lima orang yang terlihat dalam video tersebut. Usut tuntas perkara ini sesuai hukum dan telusuri sampai ke akar-akarnya apabila terdapat bukti keterlibatan pihak lain,” ujarnya.
Menurut Deddy, dugaan korupsi dana penanggulangan bencana merupakan persoalan yang menyangkut kepentingan kemanusiaan. Oleh karena itu, penegakan hukum diharapkan dapat memberikan keadilan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran negara.
Ia pun berharap video sandal jepit yang tertinggal tersebut menjadi pengingat bagi para pemegang amanah agar tidak mengabaikan nilai kejujuran dan tanggung jawab.
Bagi Deddy, sekecil apa pun tindakan yang menyimpang dari amanah tetap harus menjadi bahan introspeksi. Sebab, setiap keputusan yang diambil oleh pejabat publik dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi seruan moral agar seluruh pihak yang diberi kepercayaan mengelola uang negara senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat, khususnya masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan setelah dilanda bencana.
Oleh: Deddy Supriadi
Ketua Umum Ormas Cobra Commando Baros Ranger Kota Cimahi
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar