Kabaran Jabar, - Pemerintah Kecamatan Pamijahan bersama Pemerintah Desa Purwabakti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial melakukan peninjauan langsung terhadap rumah warga yang diduga terdampak gempa bumi di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi bangunan rumah warga sekaligus melakukan pendataan awal terhadap dampak yang ditimbulkan akibat guncangan gempa.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun media sosial Kecamatan Pamijahan, peninjauan dilakukan di Kampung Pondok Pasar dan Kampung Pondok Cau, wilayah Dusun 5, Desa Purwabakti.
Camat Pamijahan, Eka Novari, turut hadir bersama unsur pemerintah desa dan petugas terkait untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga yang dilaporkan terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan assessment atau kajian awal untuk mendata rumah yang terdampak serta mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi di lapangan, mulai dari indikasi kerusakan ringan hingga kemungkinan tingkat kerusakan lainnya.
Hasil pendataan awal tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk kebutuhan bantuan apabila diperlukan.
Keterlibatan BPBD Kabupaten Bogor dan Tagana juga menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mendukung proses identifikasi dampak bencana serta membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan pascagempa.
Hingga informasi ini disusun, jumlah pasti rumah yang terdampak, tingkat kerusakan bangunan, serta kebutuhan bantuan bagi warga masih perlu dipastikan melalui hasil pendataan resmi dari instansi berwenang.
Masyarakat yang menemukan kerusakan pada bangunan rumah setelah gempa diimbau untuk segera melaporkannya kepada pemerintah desa atau petugas terkait agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Warga juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana dan menghindari bagian bangunan yang terlihat retak atau berisiko membahayakan keselamatan sebelum dinyatakan aman oleh petugas yang berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, termasuk gempa bumi. Koordinasi yang baik antara pemerintah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat pendataan, mengidentifikasi kebutuhan warga, serta mendukung upaya mitigasi dan penanganan dampak bencana.
Sumber informasi: Akun media sosial Kecamatan Pamijahan.
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar