TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Angkot Majalengka Mengadu DPRD, Rebutan Penumpang Memanas

Angkot Majalengka Mengadu DPRD, Rebutan Penumpang Memanas

Angkot Majalengka Mengadu DPRD, Rebutan Penumpang Memanas
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Puluhan perwakilan Paguyuban Indonesian Angkot Club (PIAC) Majalengka mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Majalengka untuk menggelar audiensi, menyuarakan beragam persoalan transportasi yang selama ini dirasakan para pelaku usaha angkutan kota (angkot).

Salah satu isu utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah konflik klasik perebutan penumpang antara angkot dan angkutan elf di jalur dalam Kota Majalengka. Persoalan ini dinilai terus berulang dan belum menemukan solusi konkret, sehingga berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha angkot.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahudin, S.M., menegaskan bahwa DPRD akan mendorong Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Pemerintah daerah harus hadir dan tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut, karena jelas merugikan para pengusaha angkot,” ujar Iing usai audiensi, Jumat (23/06/2026).

Ia menjelaskan, para pengusaha angkot berharap adanya penertiban jalur operasional angkutan elf, khususnya agar tidak lagi melintas di jalur dalam kota yang selama ini menjadi wilayah angkot.

“Mereka menuntut agar angkutan elf jurusan Cikijing–Bandung dialihkan melalui jalur Cigasong–Jatiwangi. Kami akan mendorong regulasinya supaya angkot di Majalengka tetap bisa hidup dan beroperasi di tengah sulitnya mendapatkan penumpang,” tegasnya.

Selain persoalan jalur, Komisi III DPRD juga menyoroti tidak optimalnya fungsi Terminal Kadipaten. Kondisi tersebut menyebabkan banyak angkot tidak masuk terminal dan memilih berputar arah di depan Pasar Kadipaten.

Padahal, menurut Iing, Terminal Kadipaten memiliki potensi besar sebagai pusat pergerakan ekonomi dan transportasi di Kabupaten Majalengka.
“Kami sangat menyayangkan jika terminal ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Ia pun mendorong Dinas Perhubungan untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar Terminal Kadipaten dapat kembali diaktifkan dan difungsikan secara optimal.

Di sisi lain, para pengusaha angkot juga mengeluhkan semakin maraknya jasa transportasi berbasis online yang kini menjadi tantangan tersendiri dalam persaingan memperoleh penumpang. Kondisi ini semakin menekan keberlangsungan angkot konvensional di tengah perubahan pola transportasi masyarakat.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi pintu awal lahirnya kebijakan yang lebih berpihak dan berkeadilan bagi seluruh pelaku transportasi di Kabupaten Majalengka. (Wawan)
Angkot Majalengka Mengadu DPRD, Rebutan Penumpang Memanas

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar

RajaBackLink.com RajaBackLink.com