TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Banjir dan Longsor Sumatera Renggut 1.189 Nyawa

Banjir dan Longsor Sumatera Renggut 1.189 Nyawa

Banjir dan Longsor Sumatera Renggut 1.189 Nyawa
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan pemutakhiran data hingga Senin (12/1/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.189 jiwa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, yakni 550 jiwa.

Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 375 korban meninggal, disusul Sumatera Barat sebanyak 231 jiwa. Adapun 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Tak hanya menelan korban jiwa, bencana ini juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Sebanyak 141 orang dilaporkan hilang, sementara 195.542 jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 67.876 jiwa.

Abdul Muhari menjelaskan, upaya pemerintah tidak berhenti pada pendataan selama masa tanggap darurat. Perpanjangan status tanggap darurat diberlakukan di enam kabupaten di Aceh, bersamaan dengan percepatan fase transisi darurat di puluhan kabupaten dan kota lainnya di tiga provinsi terdampak.

Dalam fase pemulihan, perhatian utama diarahkan pada infrastruktur vital. BNPB memprioritaskan pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali akses wilayah yang terputus.

Sebanyak 270 unit jembatan Bailey direncanakan dibangun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga saat ini, 20 unit telah terpasang, sementara 10 unit lainnya masih dalam tahap pemasangan.

Khusus di Aceh, pemerintah pusat telah mengirimkan 117 unit jembatan Aramco. Salah satunya, Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen–Takengon, kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, perakitan Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah telah mencapai progres sekitar 80 persen.

Upaya pemulihan juga diperkuat dengan normalisasi sungai serta pembersihan fasilitas publik yang dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

BNPB menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi fondasi penting untuk memperlancar distribusi logistik, memulihkan mobilitas warga, serta menggerakkan kembali roda perekonomian di wilayah terdampak bencana. **
Banjir dan Longsor Sumatera Renggut 1.189 Nyawa

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar

RajaBackLink.com RajaBackLink.com