TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Agama Diperdagangkan, Umat Jadi Korban

Agama Diperdagangkan, Umat Jadi Korban

Agama Diperdagangkan, Umat Jadi Korban
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Agama Diperdagangkan, Umat Jadi Korban

Yang menghancurkan Islam adalah mereka yang menjualnya. 

Sudah terlalu sering agama dijadikan kemasan. Kata “syariah” ditempel seperti label premium. Orang percaya. Uang masuk. Lalu sistem runtuh. Yang tersisa hanya luka dan rasa malu.

Kita ingat First Travel. Ribuan jamaah gagal umrah. Kerugian ratusan miliar rupiah. Label religius dipakai membangun kepercayaan. Gaya hidup mewah dipamerkan. Jamaah hanya bisa menatap koper kosong dan tabungan yang hilang.

Muncul lagi Dana Syariah Indonesia (DSI). Narasi anti-riba. Akad islami. Janji bagi hasil. Banyak lender merasa ini “jalan halal”. Ketika macet dan dugaan fraud mencuat, publik kembali tersadar: embel-embel syariah tidak otomatis membuat sistemnya bersih.

Belum selesai.

Kita pernah menyaksikan korupsi dana haji. Menteri Agama yang menjabat saat itu akhirnya diproses hukum, menjadi tersangka. Dana yang seharusnya suci untuk pelayanan jamaah justru dikorupsi. Ini bukan fitnah. Ini fakta hukum.

Sebelumnya ada kasus ACT (Aksi Cepat Tanggap). Lembaga sosial yang menggalang donasi atas nama kemanusiaan dan agama. Publik percaya. Dana miliaran terkumpul. Investigasi mengungkap dugaan penyalahgunaan dana dan fasilitas mewah untuk petinggi. Beberapa pengurus akhirnya dipenjara. Bantuan untuk umat berubah jadi sumber bancakan.

Dan yang terbaru viral: ustadz seleb berinisial Taqy Malik. Program wakaf Al-Qur’an disebut-sebut oleh netizen bernama Rendy dihimpun dengan harga yang berbeda dari harga riil. Di Arab Saudi disebut 30 riyal, ke pewakaf disebut 80 riyal. Jika benar selisih itu tidak transparan, maka ini bukan sekadar selisih harga. Ini soal amanah. Akhirnya jagad maya heboh sejagad.

Masalahnya bukan pada Islam.
Masalahnya pada manusia yang menjadikan Islam alat dagang.

Islam melarang penipuan. Islam mengharamkan korupsi. Islam menekankan amanah. Tapi sebagian orang justru memakai istilah agama sebagai perisai bisnis. Seolah-olah akad bisa mencuci niat.

Setiap kali kasus seperti ini muncul, yang rusak bukan hanya rekening umat. Yang rusak adalah kepercayaan umat. Umat jadi curiga pada lembaga zakat. Curiga pada program wakaf. Curiga pada investasi syariah. Padahal yang salah adalah oknum, bukan ajaran.

Agama itu cahaya.
Jangan dijadikan lampu sorot untuk menerangi keserakahan.

Kalau masih ada yang menjual surga untuk menutup margin keuntungan, menjual ibadah untuk menutup gaya hidup, maka itu bukan dakwah. Itu eksploitasi spiritual.

Dan itu benar-benar memalukan.
Memalukan Islam.

Oleh: Syafaq Ahmar
Agama Diperdagangkan, Umat Jadi Korban

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar