TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Luka Sunyi Suami Empat Puluhan

Luka Sunyi Suami Empat Puluhan

Luka Sunyi Suami Empat Puluhan
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Di usia 40-an, seorang suami sering terlihat kuat. Bahunya tegap, langkahnya mantap, ucapannya singkat. Namun tak banyak yang tahu, di balik diamnya ada luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

1. Merasa Tak Lagi Dihargai di Rumah Sendiri

Ia bangun pagi, pulang petang, memeras tenaga demi keluarga.
Kerja kerasnya dianggap kewajiban.
Lelahnya dianggap biasa.
Diamnya dianggap kesalahan.

Tak ada tepuk tangan.
Tak ada pelukan penghargaan.
Yang ada hanya tuntutan yang terus bertambah.

Padahal lelaki juga ingin didengar.
Ingin dihargai, bukan hanya dimanfaatkan.

2. Takut Gagal sebagai Ayah dan Suami

Di usia ini, tanggung jawab sedang berat-beratnya.
Anak mulai besar. Kebutuhan makin tinggi.
Orang tua menua. Biaya tak pernah sederhana.

Saat ekonomi goyah sedikit saja,
yang pertama runtuh bukan dompetnya—
tapi harga dirinya.

Ia mungkin tak berkata apa-apa,
namun dalam hatinya ada ketakutan:
“Apakah aku masih cukup?”

3. Tidak Punya Tempat untuk Rapuh

Sejak kecil ia diajari:
“Laki-laki harus kuat.”
“Jangan cengeng.”
“Jangan banyak mengeluh.”

Akhirnya ia tumbuh menjadi lelaki yang pandai menyembunyikan luka.
Menelan kecewa sendirian.
Tersenyum meski hatinya retak.

Ia tak punya ruang untuk menangis.
Tak punya tempat untuk bersandar.
Karena dunia terlalu sering lupa,
bahwa lelaki juga manusia.

Semoga para lelaki yang memikul luka tanpa suara,
Allah kuatkan pundaknya, lembutkan hatinya.

Dan dikirimkan pelukan
yang tak pernah ia minta namun sangat ia butuhkan. (Bd20)
Luka Sunyi Suami Empat Puluhan
Mas Bons Versi AI

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar