Kabaran Jabar, - Di tengah keterbatasan ruang gerak pada masa pandemi virus corona beberapa waktu lalu, kreativitas para pelaku musik justru menemukan jalannya sendiri.
Sebagaimana dikutip dari laman Facebook Dedez Jenglot dan Yopi Baros.
Salah satu momen yang kini kembali dikenang adalah studio show bertajuk “Nyuluduk Suhunan Tea” yang digagas oleh MD Band Trotoar bersama Yopi Baros and Friend.
Pertunjukan ini bukan sekadar ajang tampil biasa. Ia lahir dari situasi yang serba terbatas, ketika panggung-panggung musik berhenti berdenyut dan interaksi langsung dengan penonton menjadi sesuatu yang langka.
Namun, semangat bermusik tak ikut terhenti. Studio sederhana pun disulap menjadi ruang ekspresi yang intim, hangat, dan penuh makna.
Mengusung konsep live session, “Nyuluduk Suhunan Tea” menghadirkan nuansa yang berbeda.
Tidak ada gemerlap panggung besar, tetapi justru terasa lebih dekat dan jujur. Alunan musik dari MD Band Trotoar mengalir apa adanya, berpadu dengan karakter vokal dan sentuhan musikal dari Yopi Baros and Friend yang memberi warna tersendiri.
Nama “Nyuluduk Suhunan Tea” sendiri mencerminkan semangat kebersamaan sebuah simbol berkumpul, berbagi cerita, dan saling menguatkan di tengah situasi sulit.
Dalam setiap lagu yang dibawakan, terselip pesan tentang bertahan, harapan, serta kerinduan akan kebebasan berekspresi yang sempat terbatasi.
Meski digelar dalam format sederhana, studio show ini berhasil menjadi pengingat bahwa musik tidak pernah kehilangan daya hidupnya.
Justru dalam keterbatasan, muncul kejujuran yang lebih dalam dan koneksi yang lebih kuat antara musisi dan pendengarnya.
Kini, ketika keadaan mulai kembali normal, momen seperti “Nyuluduk Suhunan Tea” menjadi bagian penting dari perjalanan musik lokal sebuah bukti bahwa kreativitas akan selalu menemukan jalan, bahkan di tengah badai sekalipun. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar