TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Kebangkitan Gelap MAYITH, Suara Hitam dari Ciledug

Kebangkitan Gelap MAYITH, Suara Hitam dari Ciledug

Kebangkitan Gelap MAYITH, Suara Hitam dari Ciledug
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kancah musik underground Tanah Air kembali bergetar dengan kembalinya MAYITH, band black metal legendaris asal Ciledug, Tangerang.

Setelah melewati perjalanan panjang yang penuh dinamika, termasuk masa kevakuman yang cukup lama, MAYITH akhirnya resmi merilis album kedua mereka bertajuk “Human Face Devils” pada 18 Maret 2026 di berbagai platform musik digital.

Album ini bukan sekadar karya musikal, melainkan refleksi kelam tentang wajah asli kemanusiaan.

Dalam “Human Face Devils”, MAYITH mengangkat tema besar tentang sisi gelap manusia mulai dari keserakahan, kesombongan, kemunafikan, hingga ambisi kekuasaan yang kerap mengorbankan banyak nyawa.

Lirik-liriknya menjadi kritik tajam terhadap realitas dunia, di mana manusia perlahan menjelma menjadi “iblis” dalam wujud yang nyata.

Narasi yang dibangun dalam album ini menggambarkan bagaimana manusia kerap memilih jalan pintas demi kepentingan pribadi, tanpa mempertimbangkan moralitas.

Dunia yang seharusnya menjadi tempat kehidupan justru dipenuhi penindasan terhadap kaum lemah, manipulasi berkedok kebaikan, hingga kehancuran spiritual.

Sebuah gambaran tentang “surga yang berubah menjadi neraka” akibat dosa yang terus dibiarkan.

Secara musikal, MAYITH menghadirkan komposisi black metal yang ekstrem, agresif, dan atmosferik.

Sentuhan symphonic dan nuansa gelap yang kental memperkuat emosi di setiap track, menjadikan album ini terasa lebih kompleks dibandingkan karya-karya sebelumnya.

Didirikan pada 1994, MAYITH memulai langkahnya dari akar grindcore dengan pengaruh kuat dari band-band ekstrem seperti Napalm Death, Slayer, dan Sepultura.

Seiring waktu, mereka berevolusi menuju black metal yang lebih gelap dan eksploratif.

Perjalanan mereka sempat diwarnai pergantian personel dan kevakuman panjang. Namun, semangat untuk tetap hidup di skena underground tidak pernah padam.

Pada awal 2000-an, MAYITH merilis single “Patricide” dalam kompilasi Neohelist (2003), lalu meluncurkan album penuh pertama “The Power of Eternity” pada 2004.

Kini, setelah lebih dari satu dekade, MAYITH bangkit dengan formasi terbaru:

Mamo Bosas – Drum

Idur Medusa – Gitar

Nurdin – Bass

Putra Crow – Keyboard

Bonot Satanas – Vokal

Dengan formasi ini, mereka berhasil merampungkan 7 track dalam “Human Face Devils”, sebuah pencapaian yang sempat tertunda selama bertahun-tahun.

Pengaruh musikal mereka kini semakin luas, terinspirasi oleh band-band black metal dunia seperti Dimmu Borgir, Cradle of Filth, Mayhem, hingga Dark Funeral.

Hal ini memperkaya karakter musik mereka menjadi lebih megah sekaligus brutal.

Rilisnya “Human Face Devils” menjadi penanda penting bahwa MAYITH belum selesai.

Ini bukan hanya tentang comeback, tetapi juga bukti konsistensi mereka dalam menjaga bara api black metal di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, MAYITH menegaskan semangat mereka: “We are nothing without you. We want to create. Black metal music is our soul.”

Dengan semangat keep moving forward Indonesian black metal music, MAYITH mengajak seluruh penikmat musik ekstrem untuk terus mendukung pergerakan skena underground Tanah Air sebuah ruang di mana kebebasan berekspresi tetap hidup, lantang, dan tak tergoyahkan. **
Kebangkitan Gelap MAYITH, Suara Hitam dari Ciledug

Kebangkitan Gelap MAYITH, Suara Hitam dari Ciledug

Kebangkitan Gelap MAYITH, Suara Hitam dari Ciledug

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar