Kabaran Jabar, - Perjalanan karier Stevie Item bukanlah kisah instan. Jauh sebelum dikenal sebagai gitaris andal di Andra And The Backbone dan band metal Deadsquad, ia lebih dulu menempuh jalan panjang sebagai musisi “pengembara panggung”.
Putra dari musisi senior Jopie Item ini mengawali langkahnya sebagai additional guitar player sejak 1996.
Ia terbiasa “loncat dari panggung ke panggung”, mengiringi sejumlah nama besar seperti Oppie Andaresta, Iwa K, hingga Ari Lasso.
Bahkan, ia juga sempat menjadi bagian dari tur dan pertunjukan live Dewa 19, berduet gitar dengan Andra Ramadhan di bawah komando Ahmad Dhani.
Momentum penting datang pada 2004, ketika Andra Ramadhan mengajaknya terlibat dalam proyek solo album.
Awalnya dirancang sebagai album instrumental, namun di tengah jalan konsep itu berubah. Keinginan untuk menjangkau pendengar yang lebih luas membuat proyek tersebut bertransformasi menjadi sebuah band.
Pencarian vokalis pun berujung pada pertemuan dengan Dedy Lisan pada 2006 rekomendasi dari Ari Lasso. Dari sinilah Andra And The Backbone resmi terbentuk dan merilis album perdana mereka yang bertajuk Self Titled.
Di tahun yang sama, Stevie juga melahirkan identitas musikalnya sendiri lewat Deadsquad. Band ini menjadi jawaban atas kegelisahannya selama ini keinginan untuk memiliki karya yang benar-benar merepresentasikan dirinya, bukan sekadar mengisi posisi kosong di panggung orang lain.
“Selama ini saya selalu jadi pengganti atau tambahan. Saya ingin punya band yang benar-benar ‘ini saya’,” ungkapnya.
Menariknya, dua band yang digeluti Stevie berada di spektrum genre yang sangat berbeda. Namun baginya, hal itu bukan hambatan.
Kecintaannya pada berbagai aliran musik dari pop, rock, hingga metal justru menjadi kekuatan yang membentuk karakter permainannya.
Meski demikian, ia tetap menempatkan Andra And The Backbone sebagai prioritas utama dalam urusan jadwal manggung.
Ketika bentrok dengan agenda Deadsquad, solusi profesional pun diambil dengan menghadirkan gitaris pengganti yang mumpuni agar kedua proyek tetap berjalan.
Bagi Stevie, kedua band tersebut memiliki tempat spesial. Deadsquad adalah simbol jati diri, sementara Backbone adalah ruang kolaborasi yang telah membesarkan namanya di industri musik.
Dari perjalanan panjang itu, satu hal menjadi benang merah: konsistensi dan keberanian untuk terus mencari identitas.
Dari “loncat panggung” hingga berdiri sebagai ikon di dua dunia musik berbeda, Stevie Item membuktikan bahwa proses tak pernah mengkhianati hasil. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar