Kabaran Jabar, - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menilai Indonesia seharusnya menunjukkan sikap keberpihakan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Kalla, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia tidak seharusnya hanya mengambil posisi netral tanpa menyatakan sikap terhadap pihak yang menjadi korban serangan dalam konflik tersebut.
Ia menilai, secara logika Indonesia semestinya memberikan dukungan kepada negara yang menjadi sasaran serangan, bukan justru berpihak kepada pihak yang melakukan tindakan militer.
“Harus ada keberpihakan. Masa kita berpihak kepada Israel, masa kita berpihak kepada Amerika yang menyerang. Logikanya kita harus berpihak kepada negara Iran,” ujar Kalla seperti dikutip dari Kompas, Sabtu (7/3/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di wilayah Iran. Situasi ini memicu berbagai reaksi dari tokoh internasional maupun pemimpin di sejumlah negara.
Kalla menilai kebijakan politik luar negeri Indonesia seharusnya tetap berpijak pada prinsip keadilan serta keberpihakan kepada pihak yang mengalami agresi. Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara besar di dunia Islam membuat sikap moral dan politik yang diambil memiliki arti penting dalam dinamika geopolitik global.
Meski demikian, hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mengumumkan perubahan sikap resmi terkait konflik tersebut. Pemerintah masih mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi serta mengedepankan upaya perdamaian untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. **
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar