Kabaran Jabar, - Anggota DPRD Kota Cimahi, H. Bambang Purnomo, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan I Tahun Anggaran 2026 di wilayah RW 03 Cigugur, Kota Cimahi, Rabu (11/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan kebutuhan di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Bambang Purnomo memaparkan sejumlah program pemerintah yang tengah berjalan. Ia menyinggung beberapa program prioritas nasional, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Indonesia Pintar (PIP), serta perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan.
Menurut Bambang, program BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan jaminan perlindungan, terutama bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal dan memiliki risiko tinggi dalam aktivitas sehari-hari.
Ia bahkan membagikan pengalaman nyata yang sempat terjadi di lingkungannya. Seorang pemuda diketahui datang ke rumahnya pada sore hari untuk menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan. Namun secara tak terduga, keesokan harinya pemuda tersebut mengalami kecelakaan tunggal yang menyebabkan dirinya meninggal dunia.
“Alhamdulillah sebelumnya sudah menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan, sehingga keluarganya mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta. Itu contoh nyata bahwa perlindungan ini sangat dibutuhkan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, santunan dari program tersebut bahkan dapat mencapai Rp72 juta apabila kecelakaan terjadi saat seseorang sedang bekerja atau dalam perjalanan menuju tempat kerja. Karena itu, ia mendorong masyarakat agar tidak ragu mendaftarkan diri maupun anggota keluarga dalam program perlindungan tersebut.
Selain perlindungan tenaga kerja, Bambang juga menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis bagi generasi muda. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
“MBG ini mungkin tidak langsung terasa hari ini, tapi 10 tahun ke depan anak-anak kita yang sekarang SD dan SMP akan tumbuh lebih sehat dan cerdas. Itu tujuan besar dari program ini,” jelasnya.
Terkait adanya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di beberapa daerah, Bambang menilai hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah agar pelaksanaan program semakin baik.
Menurutnya, program berskala nasional yang dilaksanakan secara serentak tentu membutuhkan proses penyesuaian di lapangan, termasuk dalam sistem distribusi makanan.
“Ini program besar yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Jika ada kekurangan, tentu akan dievaluasi agar ke depannya lebih baik,” katanya.
Dalam sesi dialog bersama warga, sejumlah aspirasi turut disampaikan, mulai dari kebutuhan bantuan pendidikan melalui PIP, dukungan untuk rumah ibadah, hingga pembangunan infrastruktur lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Bambang memastikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui koordinasi dengan dinas terkait agar dapat direalisasikan secara bertahap.
“Bagi saya yang terpenting adalah realisasi. Aspirasi masyarakat harus terus diperjuangkan sampai benar-benar terealisasi,” tegasnya.
Ia pun berharap kegiatan reses tersebut dapat mempererat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan warga dapat ditangani secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar