Kabaran Jabar, - Polres Cimahi mengambil langkah strategis dalam menghadapi lonjakan kendaraan pada arus balik Lebaran H+2, khususnya di jalur wisata Lembang menuju Bandung.
Dengan menerjunkan enam titik rekayasa lalu lintas di lokasi-lokasi krusial, aparat kepolisian berupaya menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mencegah kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Kebijakan ini merupakan hasil perencanaan matang yang dilakukan Polres Cimahi bersama instansi terkait.
Lembang yang dikenal sebagai jalur penghubung utama Bandung dan sekitarnya, mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan sejak dimulainya arus balik.
Kondisi ini mendorong perlunya penanganan khusus dengan sistem pengaturan lalu lintas yang terintegrasi.
Berdasarkan data di lapangan, kepadatan kendaraan pada H+2 Lebaran mencapai titik yang membutuhkan pengendalian ekstra.
Enam titik rekayasa lalu lintas pun disiapkan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tidak terpusat di satu lokasi.
Setiap titik dijaga oleh personel kepolisian yang telah berpengalaman dalam menangani situasi lalu lintas padat.
Para petugas di lapangan tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga melakukan penegakan disiplin berlalu lintas serta memberikan informasi terkini kepada pengendara.
Sistem komunikasi real-time antarpos menjadi kunci dalam memastikan setiap perubahan kondisi dapat segera direspons dengan cepat dan tepat.
Polres Cimahi juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketertiban selama perjalanan.
Pengendara diimbau untuk mematuhi arahan petugas, menjaga kondisi kendaraan, serta menghindari perilaku berkendara yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Melalui sinergi antara aparat, masyarakat, dan kesiapan infrastruktur, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini di kawasan Lembang dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar