Kabaran Jabar, - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mencatat lonjakan kasus suspek campak yang mencapai 287 kasus hingga akhir Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kasus telah terkonfirmasi positif dan seluruh pasien dilaporkan telah sembuh.
Meski tidak ada kasus aktif dari pasien terkonfirmasi, ancaman penularan penyakit yang dikenal sangat cepat menyebar melalui udara ini tetap menjadi perhatian serius. Saat ini, masih terdapat 4 kasus suspek yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan telah menyiapkan 57 tempat tidur isolasi yang tersebar di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus dalam waktu dekat.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak lengah. Penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama pencegahan, termasuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Selain itu, kelengkapan imunisasi campak juga menjadi faktor penting dalam melindungi diri, terutama bagi anak-anak. Vaksinasi dianjurkan diberikan pada usia 9 bulan dan dilanjutkan dengan dosis penguat (booster) pada usia 18 bulan.
Gejala campak umumnya diawali dengan demam, munculnya ruam merah pada kulit, serta mata merah. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia.
Dinas Kesehatan mengingatkan, kewaspadaan bersama sangat diperlukan agar penyebaran campak dapat ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa di wilayah Bandung Barat. ***
Sumber: Jabar Ekspres
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar