Kabaran Jabar, - Layanan Call Center 112 Cimahi Campernik semakin menegaskan perannya sebagai “penolong pertama” bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Tak hanya menangani kondisi medis mendesak, layanan ini juga sigap merespons beragam kejadian lain seperti evakuasi hewan liar hingga penanganan pohon tumbang saat cuaca ekstrem melanda.
Menurut Penelaah Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo Cimahi, Adhy Rahadhyan, laporan yang masuk didominasi kebutuhan mendesak, khususnya permintaan ambulans dan bantuan tenaga medis.
Selain itu, tim juga kerap menerima laporan terkait tugas pemadam kebakaran, mulai dari evakuasi sarang tawon hingga penanganan kemunculan hewan liar di lingkungan permukiman.
Setiap laporan yang diterima langsung diproses melalui sistem terintegrasi yang terhubung dengan berbagai instansi terkait.
Operator mencatat detail kejadian secara cepat dan akurat, lalu meneruskannya kepada dinas terkait agar penanganan dapat segera dilakukan.
Tak berhenti di situ, proses ini juga dilengkapi pemantauan lanjutan guna memastikan setiap laporan benar-benar tertangani di lapangan.
Keunikan layanan ini terletak pada pelibatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra di tingkat wilayah.
Keterlibatan komunitas ini terbukti efektif dalam membantu memverifikasi laporan sekaligus mempercepat respons penanganan.
“Kota Cimahi menjadi salah satu pelopor dalam memberdayakan komunitas informasi masyarakat untuk mendukung pengelolaan nomor panggilan tunggal kegawatdaruratan ini,” ujar Adhy.
Meski demikian, tantangan masih membayangi. Tingginya jumlah panggilan tidak valid menjadi salah satu kendala utama.
Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 3.500 panggilan iseng masuk ke layanan ini, yang berpotensi menghambat penanganan situasi darurat yang sesungguhnya.
Dalam satu bulan, jumlah panggilan tidak valid bisa mencapai ratusan, sebagian besar berasal dari anak-anak atau pengguna yang belum memahami fungsi layanan darurat.
Kemudahan akses melalui fitur panggilan darurat di ponsel, bahkan saat layar terkunci, turut menjadi faktor penyebab meningkatnya panggilan tersebut.
Tak jarang, operator juga menerima telepon di luar konteks darurat, seperti pertanyaan seputar cara membuka kunci ponsel.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memanfaatkan layanan 112 secara bijak dan tepat sasaran.
Dengan sistem yang terus diperkuat dan kolaborasi lintas sektor, Call Center 112 Cimahi Campernik diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat di tengah berbagai potensi kedaruratan. **
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar