Kabaran Jabar, - Kabupaten Tasikmalaya, sebuah wilayah di Provinsi Jawa Barat dengan ibu kota di Singaparna, terus menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang kaya potensi sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai religius.
Dengan jumlah penduduk yang mendekati 1,9 juta jiwa pada tahun 2024, kabupaten ini dikenal luas sebagai “Kota Santri” karena keberadaan ratusan pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan Islam.
Secara geografis, Kabupaten Tasikmalaya berada di kawasan strategis Priangan Timur.
Wilayah ini berbatasan dengan Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Ciamis di bagian utara dan timur, sementara di selatan terbentang luas Samudra Indonesia.
Dengan 39 kecamatan dan 351 desa, wilayah ini memiliki karakteristik alam yang beragam, mulai dari pegunungan hingga pesisir.
Singaparna sebagai pusat pemerintahan menjadi jantung administrasi yang terpisah dari Kota Tasikmalaya.
Dari sinilah berbagai kebijakan pembangunan daerah dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Sektor pertanian pun menjadi tulang punggung ekonomi, termasuk komoditas unggulan seperti salak yang telah dikenal hingga luar daerah.
Tak hanya itu, Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki kekayaan kuliner khas yang menggugah selera, salah satunya nasi tutug oncom yang menjadi identitas cita rasa lokal.
Perpaduan budaya, tradisi, dan kehidupan religius menjadikan daerah ini kerap dijuluki sebagai “Beieren van Java” atau Mutiara dari Priangan Timur.
Memasuki tahun 2026, geliat pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya semakin terasa. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, pemerintah daerah aktif mendorong berbagai program strategis.
Kegiatan seperti Musrenbang RKPD 2027 menjadi salah satu langkah penting dalam merancang arah pembangunan yang lebih terarah dan partisipatif.
Selain itu, upaya reaktivasi Stasiun Rajapolah menjadi simbol kebangkitan sektor transportasi publik yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat.
Fokus pemerintah tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dengan segala potensi dan langkah progresif yang terus dilakukan, Kabupaten Tasikmalaya membuktikan diri sebagai daerah yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga siap melangkah maju menghadapi tantangan zaman.
Sebuah perpaduan harmonis antara nilai religius, budaya lokal, dan semangat pembangunan berkelanjutan. (Wikipedia)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar