TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Rekrutmen Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi: Utamakan Skill Bukan Ijazah

Rekrutmen Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi: Utamakan Skill Bukan Ijazah

Rekrutmen Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi: Utamakan Skill Bukan Ijazah
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan kritik tajam terhadap pola rekrutmen tenaga kerja di lingkungan pemerintahan yang dinilai terlalu berfokus pada standar pendidikan formal.

Menurutnya, kondisi saat ini membuat para tukang berpengalaman di lapangan yang selama ini menjadi tulang punggung pekerjaan teknis seperti pengelolaan irigasi justru semakin tersisih.

Padahal, meski hanya berbekal pendidikan dasar, mereka terbukti mampu bekerja dengan baik dan sangat bisa diandalkan.

“Sekarang banyak direkrut lulusan SMA sampai S1, tapi kerjanya hanya kirim laporan foto ke atasan tanpa turun langsung ke lapangan,” ujar Dedi.

Ia menilai pemerintah telah terjebak dalam stratifikasi pendidikan tinggi, mulai dari S1 hingga S3, sehingga melupakan kebutuhan nyata di lapangan. Kritik tersebut ia pertegas dengan pernyataan blak-blakan.

“Kita punya banyak doktor di kantor, tapi tidak ada yang bisa memperbaiki lampu jalan,” katanya.

Sebagai solusi, Dedi Mulyadi mengusulkan pembentukan Divisi Kebersihan dan Infrastruktur yang lebih inklusif.

Dalam konsep tersebut, rekrutmen tidak lagi mensyaratkan ijazah formal, bahkan terbuka bagi mereka yang tidak lulus SD, selama memiliki keterampilan dan kemauan untuk bekerja nyata, seperti menyapu jalan atau mengelas.

Ia juga mengungkapkan rencana rekrutmen besar-besaran pada periode 2026–2027 yang akan difokuskan pada tenaga teknis lapangan guna meningkatkan efisiensi kerja pemerintah daerah.

“Kita ingin tenaga substansi sedikit, tapi tenaga teknis diperbanyak. Jadi yang nyuruh sedikit, yang kerja banyak,” tegasnya.

Dedi mencontohkan, selama ini pekerjaan seperti pemeliharaan jalan sering kali diserahkan kepada kontraktor dengan proses yang panjang.

Ke depan, ia berharap pekerjaan teknis tersebut bisa ditangani langsung oleh tenaga lapangan yang kompeten.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pengelolaan irigasi di Jawa Barat yang dalam beberapa tahun terakhir tidak mengalami kemarau panjang.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang untuk memperkuat sistem pengairan.

Namun demikian, Dedi menyayangkan bahwa budaya kerja atau “kalcer” dalam pengelolaan irigasi mulai memudar seiring berkurangnya peran tenaga lapangan berpengalaman.

Dilansir Tribun Jabar, melalui gagasan ini, Dedi Mulyadi berharap terjadi perubahan paradigma dalam manajemen pemerintahan, yakni mengedepankan keterampilan nyata dan kerja langsung di lapangan dibanding sekadar formalitas administratif. **
Rekrutmen Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi: Utamakan Skill Bukan Ijazah

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar