Kabaran Jabar, - Di banyak masjid, kisah sandal hilang sering kali jadi cerita klasik. Ada yang tersenyum maklum, ada juga yang kesal dalam diam.
Padahal, jika dipikir-pikir, hilangnya sandal hanyalah ujian kecil sekadar pengingat bahwa dunia ini memang tak ada yang benar-benar milik kita.
Yang jauh lebih berat bukan soal sandal yang tertukar atau lenyap, melainkan ketika langkah kita sendiri mulai jarang menuju masjid.
Ketika azan berkumandang, tapi hati terasa jauh. Ketika waktu luang ada, namun kaki enggan melangkah.
Masjid bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah ruang ketenangan, tempat hati diluruskan, dan jiwa diisi kembali.
Di sanalah kita belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan.
Bahkan, dari sandal yang hilang pun, kita diajarkan untuk tidak berlebihan mencintai hal duniawi.
Maka, jangan sampai hal kecil seperti sandal membuat kita menjauh.
Justru sebaliknya, jadikan itu sebagai bagian dari cerita yang menguatkan langkah kita untuk terus datang.
Mari ramaikan masjid lagi.
Bukan karena kewajiban semata, tapi karena kita rindu pulang pada ketenangan yang sejati. **
Wallāhu a‘lam
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar