Kabaran Jabar, - Paguyuban AKMIL Jawa Barat yang dikenal sebagai Baraya Maung Parahyangan (BMP) menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal di Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan dengan dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua BMP Asep Syarifudin, Pangdam III/Siliwangi Kosasih, serta sejumlah pejabat tinggi TNI AD dan tokoh masyarakat. Turut hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Wahyu Mijaya.
Dalam sambutannya, Asep Syarifudin menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan berorganisasi.
Ia mengajak seluruh anggota BMP untuk terus bersyukur dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Semangat silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wawangi harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan organisasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Panglima TNI Agus Subiyanto serta mantan Kasad Dudung Abdurachman yang berhalangan hadir.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial.
Menurutnya, silaturahmi seperti ini menjadi bagian penting dari pembinaan teritorial guna menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah yang tangguh,” tegasnya.
Kegiatan semakin bermakna dengan adanya aksi sosial berupa santunan kepada 40 anak yatim piatu dan dhuafa dari Yayasan Masyiri, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pangdam III/Siliwangi bersama Ketua BMP sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bakesbangpol Jawa Barat, Wahyu Mijaya, yang menilai kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Di sisi lain, tokoh Paguyuban Asep Dunia, Asep Ruslan, menegaskan pentingnya menjaga tradisi silaturahmi sebagai fondasi sosial.
“Halal bihalal bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sarana memperkuat komunikasi dan kohesi sosial di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Acara berlangsung sederhana namun sarat makna, diisi dengan berbagai pertunjukan seni budaya Sunda seperti kacapi suling, calung, tarian tradisional, hingga atraksi debus dan pencak silat militer.
Penampilan musik turut memeriahkan suasana, menambah kehangatan kebersamaan antar peserta.
Ke depan, BMP berkomitmen untuk terus menjalankan program sosial dan kebangsaan secara berkelanjutan, termasuk membina generasi muda serta memperkuat jejaring komunikasi antara TNI dan masyarakat luas. (AR)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar