TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Refleksi Satu Dekade Pengabdian: Peneguhan Nilai dan Integritas dalam Organisasi

Refleksi Satu Dekade Pengabdian: Peneguhan Nilai dan Integritas dalam Organisasi

Refleksi Satu Dekade Pengabdian: Peneguhan Nilai dan Integritas dalam Organisasi
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Hampir satu dekade perjalanan pengabdian telah dilalui oleh H. Wahyu Wibisana dalam mendampingi Ketua Umum H.M. Arsyad Cannu serta mengawal marwah Laskar Merah Putih.

Perjalanan tersebut menjadi cerminan dedikasi panjang yang sarat dengan pengorbanan, jauh dari sorotan dan minim pengakuan.

Dalam pernyataannya, Wahyu menegaskan bahwa seluruh proses pengabdian dijalani berlandaskan niat tulus tanpa mengharapkan imbalan, selain ridha dan tegaknya kebenaran.

Ia menyebut, perjuangan yang dijalani bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan komitmen moral yang menguras tenaga, pikiran, hingga pengorbanan materi dan batin.

“Sejak awal, saya meyakini bahwa perjuangan yang lahir dari ketulusan tidak menuntut balasan apa pun,” ujarnya.

Jejak Pengabdian dan Konsistensi Nilai

Selama perjalanan tersebut, berbagai tantangan dihadapi dengan keteguhan.

Prinsip dan integritas disebut menjadi fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan, bahkan ketika harus berhadapan dengan situasi yang tidak ideal.

Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, dan komitmen terhadap kebenaran menjadi jangkar di tengah dinamika organisasi yang kerap berubah.

Dinamika Internal dan Tantangan Organisasi

Wahyu juga menyoroti adanya dinamika internal yang berkembang seiring waktu.

Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap munculnya kepentingan kelompok, ambisi personal, hingga praktik yang dinilai menjauh dari nilai dasar organisasi.

“Ancaman terbesar justru datang dari dalam, ketika persaudaraan mulai terkikis oleh ego dan kepentingan,” katanya.

Ia menambahkan, fenomena seperti fitnah, penggiringan opini, hingga memudarnya kejujuran menjadi tantangan serius yang perlu disikapi secara kolektif.

Krisis Nilai dan Ujian Integritas

Dalam situasi tersebut, Wahyu menilai bahwa organisasi tengah menghadapi ujian integritas yang mendasar.

Ia menegaskan bahwa prinsip tidak boleh dikorbankan demi kepentingan sesaat, dan kebenaran tidak boleh dipelintir untuk membenarkan tindakan yang menyimpang.

Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa nilai-nilai kebenaran akan bertahan.

“Prinsip mungkin diinjak, tetapi tidak akan hancur. Kebenaran mungkin disembunyikan, tetapi tidak akan hilang,” tegasnya.

Waktu sebagai Penentu

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa waktu akan menjadi penilai paling objektif dalam melihat perjalanan organisasi dan individu di dalamnya.

“Sejarah akan mencatat dengan jujur siapa yang berjuang demi amanah, dan siapa yang bergerak demi kepentingan,” ujarnya.

Peneguhan Sikap

Menutup pernyataannya, Wahyu menegaskan komitmennya untuk tetap berada pada jalur perjuangan yang berlandaskan niat lurus, prinsip yang teguh, dan kebenaran.

“Bagi saya, kehilangan jabatan bukanlah kekalahan. Kehilangan prinsip adalah kehancuran yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Penulis: H. Wahyu Wibisana, SE
Dewan Pendiri Laskar Merah Putih
Refleksi Satu Dekade Pengabdian: Peneguhan Nilai dan Integritas dalam Organisasi

Refleksi Satu Dekade Pengabdian: Peneguhan Nilai dan Integritas dalam Organisasi

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar

Pasang Iklan di Sini - 0878-5243-1990 / 0813-3431-3656