Kabaran Jabar, - Proses pembongkaran sejumlah warung dan bangunan di kawasan Puncak, tepatnya di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, kembali berlangsung pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan penertiban dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator dengan pengamanan ketat dari petugas gabungan.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan warga memadati area sekitar Puncak Pass untuk menyaksikan langsung jalannya proses pembongkaran. Sejumlah kendaraan patroli dan aparat keamanan tampak bersiaga guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Bangunan yang menjadi sasaran penertiban berada di sepanjang jalur wisata Puncak. Beberapa bangunan terlihat telah rata dengan tanah, sementara alat berat terus melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang masih berdiri. Aktivitas tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berada di lokasi.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang mengabadikan momen pembongkaran menggunakan telepon genggam mereka. Meski terjadi peningkatan aktivitas di sekitar lokasi, arus lalu lintas di jalur utama Puncak terpantau tetap berjalan normal dan lancar.
Penataan kawasan Puncak merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembalikan fungsi kawasan wisata agar lebih tertib, aman, dan mendukung kelestarian lingkungan. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata ruang kawasan yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai jumlah pasti bangunan yang dibongkar dalam kegiatan penertiban hari ini. Namun demikian, proses penataan kawasan Puncak terus menjadi perhatian publik mengingat dampaknya terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.
Pemerintah diharapkan dapat terus mengedepankan pendekatan yang humanis serta memberikan solusi bagi masyarakat terdampak, sehingga proses penataan kawasan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan lingkungan, pariwisata, dan perekonomian warga. (Poy)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar