Kabaran Jabar, - Semangat musik underground kembali bergelora melalui gelaran pertunjukan musik independen yang menghadirkan sejumlah musisi serta komunitas pecinta musik keras dalam suasana penuh energi, kebersamaan, dan kreativitas.
Kegiatan yang berlangsung di Love Story Caffe, Bandung, pada Sabtu (30/5/2026) ini diselenggarakan oleh Ryen Rebel dengan dukungan Jam’s Rock Production.
Dimulai pukul 13.00 WIB hingga malam hari, acara ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku skena underground untuk menampilkan karya terbaik mereka, mempererat jaringan antarkomunitas, sekaligus menjaga eksistensi musik independen yang terus berkembang di berbagai daerah.
Sejak siang hari, panggung dipenuhi penampilan band-band yang membawakan beragam warna musik keras, mulai dari metal, hardcore, punk, hingga berbagai genre alternatif lainnya.
Kehadiran para musisi dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Cimahi, dan Bandung semakin memperkaya atmosfer acara serta memperlihatkan kuatnya solidaritas dalam skena musik independen.
Band Bothside didapuk sebagai pembuka acara, dilanjutkan dengan penampilan Loose, Forterror, Fourteen Straight, dan Grindline yang sukses memanaskan suasana melalui energi musik yang agresif dan penuh semangat.
Memasuki sesi setelah jeda Ashar, panggung kembali bergemuruh lewat aksi War of Sabil, Haraks, Atrocius Exmorality, Naked Truth, Melandia, dan Bhonyox.
Masing-masing grup menghadirkan karakter musikal yang berbeda, mulai dari hardcore, metalcore hingga thrash metal, yang mendapat sambutan hangat dari para penikmat musik ekstrem yang hadir.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan datang dari Rain of Doom, band thrash metal asal Bogor yang tengah menjalani rangkaian promosi album perdana mereka bertajuk Reload The Faith.
Penampilan mereka berhasil membakar semangat para metalhead yang memenuhi area pertunjukan dengan deretan lagu penuh energi dan pesan yang kuat.
Memasuki penghujung acara, Gugat dan Backsight tampil sebagai penutup yang sukses menjaga intensitas pertunjukan hingga akhir. Kedua band tersebut memberikan suguhan performa yang mengesankan sekaligus menutup rangkaian acara dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar hiburan, silaturahmi bagi komunitas musik lokal yang selama ini aktif membangun ruang kreatif secara mandiri.
Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari musisi, pegiat komunitas, hingga penikmat musik independen, menunjukkan bahwa semangat kolektif dalam skena underground masih terus terjaga dan berkembang.
Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan musik independen sekaligus upaya memberikan ruang yang lebih luas bagi talenta-talenta lokal agar dapat berkarya dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Perkembangan festival dan pertunjukan musik independen di Indonesia sendiri terus menunjukkan tren positif.
Semakin banyak kegiatan yang melibatkan komunitas lokal serta musisi lintas genre menjadi bukti bahwa ekosistem musik independen terus tumbuh dan mendapatkan tempat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir lebih banyak kolaborasi kreatif yang mampu memperkuat ekosistem musik independen sekaligus menjadi wadah regenerasi bagi para musisi muda yang ingin berkembang di jalur musik underground.
Acara berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari para pengunjung yang menikmati setiap penampilan dengan antusias hingga berakhirnya kegiatan. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar