TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Poktan Mekar Jaya Bangun Irigasi Swakelola Cegah Bencana

Poktan Mekar Jaya Bangun Irigasi Swakelola Cegah Bencana

Poktan Mekar Jaya Bangun Irigasi Swakelola Cegah Bencana
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, melaksanakan pembangunan sistem irigasi perpipaan secara swakelola sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah setempat.

Program tersebut didanai melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung, dengan total anggaran sebesar Rp97.000.000. Infrastruktur irigasi yang dibangun ditargetkan mampu melayani lahan pertanian seluas 35 hektare, sehingga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air bagi para petani secara berkelanjutan.
Poktan Mekar Jaya Bangun Irigasi Swakelola Cegah Bencana
Poktan Mekar Jaya Bangun Irigasi Swakelola Cegah Bencana
Kepala Dusun 3 Desa Ciasmara, Epen, menjelaskan bahwa pembangunan dilaksanakan sepenuhnya secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat. Sumber air yang dimanfaatkan berasal dari kawasan Cibeureum yang mengaliri wilayah RW 08 dan RW 09.

"Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan persawahan di wilayah Pasir Luhur dan Kebon Alas, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mencegah terjadinya longsor serta mengurangi luapan air ke permukiman warga pada musim penghujan," ujar Epen kepada awak media.

Secara teknis, pembangunan dilakukan melalui pemasangan pipa berdiameter 16 inci dengan panjang 24 meter. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan oleh warga tanpa melibatkan tenaga ahli dari luar daerah. Keberhasilan pelaksanaan ini didukung oleh pengalaman dan keahlian Kepala Dusun Epen di bidang perpipaan yang turut memimpin langsung proses instalasi.

Pelaksanaan secara swakelola dinilai memberikan berbagai manfaat, mulai dari efisiensi penggunaan anggaran, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun. Model pembangunan ini sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat desa memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur pertanian modern secara mandiri dengan hasil yang optimal.
Masyarakat berharap program serupa dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata, baik dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian maupun menjaga kelestarian lingkungan melalui pengendalian aliran air yang lebih baik.

Dengan beroperasinya sistem irigasi perpipaan tersebut, distribusi air menuju lahan pertanian menjadi lebih tertata dan efisien. Selain mendukung peningkatan hasil panen, keberadaan infrastruktur ini juga diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir skala kecil, luapan air, serta potensi longsor yang selama ini menjadi ancaman bagi masyarakat saat musim hujan. (Poy)

Oleh: Ridwan Subakti

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar