Kabaran Jabar, - Pemerintah terus mendorong pengembangan alternatif energi rumah tangga sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Salah satu inovasi yang kini memasuki tahap akhir pengujian adalah tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) yang diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, perkembangan teknologi tabung CNG 3 kg telah memasuki fase penting.
Paparan mengenai perkembangan tabung beserta valve atau katupnya telah diterima Kementerian ESDM beberapa hari terakhir.
Saat ini, pengujian produk tersebut masih dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memastikan aspek keamanan dan ketahanannya sebelum dapat digunakan secara luas.
“Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (6/8/2026).
Menurut Bahlil, berdasarkan laporan yang diterimanya, sebagian besar rangkaian pengujian telah dilalui. Kini, hanya tersisa satu tahapan pengujian yang dinilai krusial, yakni uji tembak.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan tabung dalam menghadapi kondisi ekstrem, termasuk paparan panas dengan temperatur yang disebut mencapai sekitar 850 derajat Celsius.
“Tetapi menurut informasi yang saya terima dari hasil mereka, tinggal uji tembak saja yang belum. Karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 panasnya itu. Dan itu sudah tinggal uji tembak saja,” jelasnya.
Tahapan tersebut menjadi salah satu bagian penting sebelum tabung CNG 3 kg dinyatakan memenuhi persyaratan keselamatan dan dapat melangkah ke tahap berikutnya.
Saat ditanya mengenai lokasi pelaksanaan uji tembak, apakah dilakukan di Indonesia atau China, Bahlil menyampaikan bahwa proses pengujian dilakukan di kedua negara.
Namun, Bahlil belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai hasil akhir maupun waktu implementasi tabung CNG 3 kg tersebut.
Ia meminta masyarakat menunggu proses pengujian hingga seluruh tahapan benar-benar selesai.
“Kau doakan saja ya. Doakan ya, yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta,” kata Bahlil.
Pengembangan CNG 3 kg ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan energi alternatif bagi masyarakat.
Dengan masih berlangsungnya tahap pengujian, pemerintah menempatkan aspek keselamatan, kelayakan teknis, dan kesiapan produk sebagai pertimbangan utama sebelum teknologi tersebut digunakan.
Jika seluruh proses pengujian dapat diselesaikan dan memenuhi standar yang ditetapkan, tabung CNG 3 kg berpotensi menjadi salah satu pilihan dalam diversifikasi energi nasional sekaligus memperluas alternatif bahan bakar gas bagi masyarakat. **
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar