Kabaran Jabar, - Band ATTAR asal Kabupaten Bogor terus menapaki perjalanan di dunia musik dengan membawa semangat bermusik yang berakar pada karakter metal.
Paling unik dari ATTAR bukan hanya musiknya, tetapi sosok di balik namanya. Sang vocals ATTAR ternyata merupakan nama seorang anak yang kini masih duduk di bangku SMP kelas satu.
Di usia yang masih begitu muda, ATTAR sudah mulai mengenal panggung, karya, dan kerasnya perjalanan bermusik.
Dari bangku sekolah, ia perlahan menapaki dunia musik dengan membawa semangat, keberanian, dan karakter yang menjadi identitasnya.
Bagi ATTAR, perjalanan ini bukan soal seberapa cepat menjadi besar, melainkan tentang bagaimana terus belajar, berkarya, dan menemukan warna musiknya sendiri.
Masih muda, masih duduk di kelas satu SMP, tetapi mimpi bermusiknya sudah mulai bersuara.
Kehadiran ATTAR menjadi bagian dari geliat musisi independen yang terus berkembang di Bogor dan Jawa Barat.
Perjalanan ATTAR bermula dari ketertarikan terhadap musik yang kemudian berkembang menjadi sebuah kelompok dengan identitas dan konsep tersendiri.
Nama serta konsep band dibangun melalui proses kreatif yang melibatkan para personel hingga menemukan bentuk yang sesuai dengan karakter musik mereka.
Dalam proses bermusik, masing-masing personel memiliki peran dalam membangun karya, mulai dari permainan instrumen, penyusunan musik hingga pengembangan konsep.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga karakter musik yang ingin diperkenalkan kepada pendengar.
ATTAR diisi 4 personel: Akhtar-Vocal, Buday-Guitar, Idoy-Bass, Chibiel-Drum.
Buday, gitaris ATTAR, mengatakan perjalanan band saat ini masih berada dalam proses untuk menemukan bentuk sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang akan muncul ke depan.
“Kita ngalir aja dulu. Nanti kan ketemu dengan tantangannya, oh gini nih. Jadi sekarang kita fokus dulu untuk terus berkarya, baik dari karya maupun penampilan,” ujarnya, pada, Sabtu dalam program Lite Rock Society, (20/9/2026) di Bandung.
Menurut Buday, ATTAR ingin membawa semangat melalui musik yang mereka ciptakan.
Pesan tersebut tidak hanya disampaikan melalui musik, tetapi juga melalui lirik yang menggambarkan keadaan dan pengalaman sebagai dorongan untuk bangkit.
“Kita harus bisa masuk ke keadaan yang belum menemukan hasil seperti apa yang kita inginkan. Kita harus bangkit dari spirit kita dulu sendiri dan dari keadaan di sekitar,” ungkapnya.
Buday menyebut karakter musik ATTAR berada pada ranah metal. Namun, kekuatan musik tersebut tidak hanya dibangun melalui permainan instrumen, tetapi juga melalui pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Bagi ATTAR, musik bukan sekadar persoalan tampil dan menghasilkan karya. Musik juga menjadi ruang untuk menyampaikan pengalaman, keadaan, serta semangat untuk terus bergerak ketika menghadapi situasi yang belum sesuai dengan harapan.
“Ketika seseorang menghadapi keadaan yang belum sesuai dengan harapan, diperlukan dorongan untuk kembali bangkit dan menemukan kekuatan dari dalam diri sendiri,” ucap Buday.
Semangat tersebut kemudian menjadi salah satu pesan yang ingin dibawa ATTAR melalui lagu maupun penampilannya.
Di tengah perkembangan komunitas musik di Bogor dan Jawa Barat, Buday melihat keberadaan ruang bagi band-band independen sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem musik.
“Komunitas menjadi tempat bertemu, bertukar gagasan, sekaligus membuka peluang bagi musisi untuk memperkenalkan karya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan komunitas dapat menjadi ruang bagi musisi untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas kesempatan dalam mengembangkan karya.
Untuk perjalanan ke depan, ATTAR memilih untuk terus mengalir sembari menghadapi berbagai dinamika yang muncul.
Mereka menyadari bahwa tantangan dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan karya akan ditemukan seiring perjalanan band.
Karena itu, ATTAR ingin tetap fokus menghasilkan karya dan memperluas pengalaman tampil di berbagai ruang musik.
Mereka juga berharap karya yang dihasilkan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat dan pendengar musik.
Buday berharap ATTAR tidak berhenti pada satu karya maupun satu panggung, tetapi terus berkembang dan menjadi bagian dari perjalanan musik independen di Indonesia.
“Mudah-mudahan karya kita bisa diterima, bukan cuma di satu tempat, tetapi bisa lebih luas. Kita ingin terus berkarya dan berkembang,” pungkasnya. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:





0Komentar