TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Pembangunan Jalan Hegarmanah-Parabakti Pasar Kembali Dilanjutkan

Pembangunan Jalan Hegarmanah-Parabakti Pasar Kembali Dilanjutkan

Pembangunan Jalan Hegarmanah-Parabakti Pasar Kembali Dilanjutkan
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Pemerintah Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Kampung Hegarmanah RW 06 dengan Kampung Parabakti Pasar RW 07.

Pembangunan lanjutan tersebut telah mulai dikerjakan dan kini memasuki hari ketiga. Berdasarkan keterangan tim pelaksana kegiatan, pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hari kerja.

Dalam papan informasi yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut tercantum dengan nama “Pembangunan TPT dan Pengerasan Jalan Desa (Kelengkapannya)”. Kegiatan bersumber dari Bantuan Keuangan Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp900 juta, termasuk pajak dan upah.
Pembangunan Jalan Hegarmanah-Parabakti Pasar Kembali Dilanjutkan
Pelaksana kegiatan tercantum Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Adapun pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan pengerasan badan jalan. Sementara untuk betonisasi jalan direncanakan dilaksanakan melalui anggaran pada tahun berikutnya, yakni 2027.

Pemdes Klarifikasi Kondisi Turap Sebelumnya

Pembangunan tahun 2026 merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. Pemerintah Desa Ciasmara sebelumnya telah melakukan pembukaan jalan sepanjang kurang lebih 700 meter serta pembangunan TPT awal sekitar 60 meter, termasuk turap dengan ketinggian sekitar dua meter.

Sempat menjadi perhatian masyarakat terkait kondisi sebagian pondasi turap yang mengalami keropos.

Kepala Desa Ciasmara, Junaedi, memberikan klarifikasi bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penggunaan material yang tidak sesuai maupun kesalahan teknis dalam pengerjaan.

Menurut Junaedi, kondisi pada bagian pondasi lebih dipengaruhi faktor alam, khususnya karakteristik kontur tanah di lokasi yang cukup labil. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan maupun pergerakan tanah yang kemudian berdampak pada bagian tertentu dari konstruksi.

Junaedi memastikan bagian yang mengalami kerusakan akan segera ditangani dan diperbaiki bersamaan dengan pelaksanaan pembangunan lanjutan yang saat ini sedang berjalan.

Klarifikasi tersebut disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak langsung menyimpulkan bahwa kerusakan pada pondasi turap sebelumnya disebabkan kualitas material atau kesalahan pengerjaan.

Kondisi Lapangan Jadi Perhatian

Kondisi tanah menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pada wilayah yang memiliki kontur tidak stabil.

Karena itu, pembangunan TPT dan pengerasan jalan lanjutan diharapkan dapat menyesuaikan dengan karakteristik tanah di lokasi. Hal tersebut diperlukan agar konstruksi memiliki ketahanan yang baik terhadap perubahan kondisi lingkungan maupun potensi pergerakan tanah.

Pemerintah Desa Ciasmara memastikan bagian pekerjaan sebelumnya yang mengalami kerusakan akan ditangani. Perbaikan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan lanjutan sehingga persoalan pada struktur sebelumnya dapat segera diselesaikan.

Pengawasan Melibatkan Konsultan dan Pendamping

Pada pembangunan tahun 2026, pekerjaan dilaksanakan oleh TPK dengan melibatkan pengawasan konsultan dan pendamping.

Salah satu anggota TPK, Dede Yusep, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa Ciasmara, kini turut terlibat dalam tim pelaksana kegiatan.

Keterlibatan TPK, konsultan dan pendamping diharapkan dapat membantu memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan serta memperhatikan kondisi teknis di lapangan.

Pengawasan menjadi bagian penting mengingat pembangunan dilaksanakan pada wilayah yang memiliki kondisi tanah cukup labil.

Rincian Volume Perlu Dijelaskan Secara Transparan

Di sisi lain, terdapat informasi pada papan kegiatan yang masih perlu diperjelas kepada masyarakat.

Papan kegiatan mencantumkan volume pekerjaan “800 x 1 x 0,30 M”, sementara berdasarkan informasi dari tim pelaksana, pembangunan TPT yang tengah dikerjakan saat ini kurang lebih mencapai 600 meter.

Perbedaan informasi tersebut belum serta-merta menunjukkan adanya kesalahan, karena angka yang tercantum pada papan kegiatan dapat merupakan volume keseluruhan atau bagian tertentu dari komponen pekerjaan.

Meski demikian, penjelasan mengenai satuan, rincian volume, panjang TPT, pengerasan jalan serta komponen pekerjaan lainnya penting disampaikan secara terbuka. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas penggunaan anggaran sebesar Rp900 juta.

Pengawasan Publik Tetap Diperlukan

Pembangunan jalan yang menghubungkan Hegarmanah dengan Parabakti Pasar memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Selain membuka akses antarwilayah, keberadaan jalan tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Klarifikasi Kepala Desa Ciasmara mengenai kondisi pondasi turap sebelumnya menjadi bagian penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terutama terkait faktor alam dan kondisi tanah di lokasi.

Di sisi lain, pengawasan publik tetap diperlukan agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari aspek volume, spesifikasi, kualitas konstruksi maupun penyelesaian pekerjaan sebelumnya.

Dengan demikian, pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah tidak hanya diharapkan selesai secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan infrastruktur yang aman, kuat, berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Ciasmara. (Poy)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar