TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Plafon Besi Lantai 2 SD Negeri Baros Mandiri 3 Ambruk, Keselamatan Siswa Jadi Sorotan

Plafon Besi Lantai 2 SD Negeri Baros Mandiri 3 Ambruk, Keselamatan Siswa Jadi Sorotan

Plafon Besi Lantai 2 SD Negeri Baros Mandiri 3 Ambruk, Keselamatan Siswa Jadi Sorotan
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kondisi sarana dan prasarana pendidikan kembali menjadi perhatian setelah bagian plafon berbahan besi di lantai 2 SD Negeri Baros Mandiri 3 dilaporkan ambruk pada Selasa pagi (1/9/2026).

Peristiwa tersebut sontak mengejutkan guru dan peserta didik yang akan mengikuti kegiatan pembelajaran. Informasi mengenai kejadian itu disampaikan oleh salah seorang orang tua peserta didik yang menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Plafon Besi Lantai 2 SD Negeri Baros Mandiri 3 Ambruk, Keselamatan Siswa Jadi Sorotan
Plafon Besi Lantai 2 SD Negeri Baros Mandiri 3 Ambruk, Keselamatan Siswa Jadi Sorotan
Menurut keterangan orang tua peserta didik, material plafon yang ambruk diduga berkaitan dengan kondisi penyangga yang telah mengalami kerusakan atau kerapuhan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai aspek keselamatan serta pemeliharaan bangunan sekolah.

“Ambruknya bagian plafon dari besi diduga akibat penyangganya sudah rapuh. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan mengenai kondisi konstruksi dan pemeliharaan bangunan sekolah,” tuturnya.

Ia menilai Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan Kota Cimahi perlu segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah. Pemeriksaan, menurutnya, tidak seharusnya hanya difokuskan pada bagian yang mengalami kerusakan, tetapi juga mencakup struktur dan fasilitas lain yang berpotensi mengalami masalah serupa.

Pasalnya, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak segera ditangani dapat berisiko terhadap keselamatan warga sekolah, terutama karena aktivitas belajar mengajar berlangsung setiap hari dan melibatkan banyak peserta didik serta tenaga pendidik.

“Apalagi aktivitas belajar mengajar setiap hari melibatkan banyak siswa yang berada di dalam ruang kelas maupun di luar kelas atau halaman sekolah,” ujarnya.

Orang tua peserta didik tersebut berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak sekolah. Menurutnya, pemeriksaan teknis serta langkah perbaikan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bangunan sekolah benar-benar aman digunakan.

Ia juga meminta agar langkah mitigasi dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran kembali berlangsung di area yang terdampak, terutama apabila masih terdapat bagian bangunan yang dinilai berisiko.

“Keselamatan siswa dan guru semestinya menjadi prioritas utama. Jangan sampai menunggu korban terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan,” tegasnya.

Peristiwa ambruknya plafon tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk kembali memastikan kelayakan, keamanan, dan pemeliharaan seluruh sarana pendidikan. Sekolah semestinya menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan tanpa menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.

Catatan: Informasi mengenai penyebab ambruknya plafon masih berdasarkan keterangan awal orang tua peserta didik. Kepastian mengenai kondisi konstruksi dan penyebab teknis kejadian memerlukan pemeriksaan dari pihak berwenang atau tenaga ahli terkait. ***

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar