Menurutnya, pengenalan kesehatan gigi sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun kesadaran hidup sehat. Anak-anak tidak hanya diharapkan memahami cara menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi dirinya sendiri, tetapi juga mampu menyebarkan pengetahuan tersebut kepada lingkungan sekitarnya.
Asep juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Safari Pelangi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan RSKGM dengan menyasar puskesmas di setiap kecamatan di Kota Bandung.
Ia menilai, semakin luas jangkauan edukasi kesehatan, semakin besar pula peluang terbentuknya masyarakat yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Ketua DPRD Kota Bandung juga menekankan pentingnya keberanian anak-anak dalam menghadapi pengalaman baru sebagai bagian dari proses menyiapkan generasi emas menuju Indonesia 2045.

Diikuti Perwakilan 30 Kecamatan
Direktur RSKGM Kota Bandung, drg. Eko Rotary Nurtito, Sp.PM, menjelaskan bahwa Lomba Cerdas Cermat Dokter Gigi Kecil 2026 diikuti perwakilan dari 30 kecamatan di Kota Bandung.
Masing-masing kecamatan mengirimkan tiga siswa sekolah dasar terbaik untuk mengikuti kompetisi di Pendopo Wali Kota Bandung. Dengan demikian, ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi ruang pertemuan anak-anak dari berbagai wilayah di Kota Bandung.
Eko menjelaskan, secara momentum kegiatan utama berkaitan dengan Hari Kesehatan Gigi Nasional yang diperingati setiap 12 September. Namun, rangkaian puncak kegiatan telah dimulai pada 10 September 2026 melalui pembukaan di Aula Pendopo.
Pemilihan Pendopo Wali Kota Bandung bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk tampil dan berkompetisi di salah satu tempat yang memiliki nilai penting dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bandung.
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Lebih dari sekadar perlombaan, Lomba Cerdas Cermat Dokter Gigi Kecil dirancang untuk membentuk anak-anak sebagai agen perubahan dan agen kesehatan gigi di lingkungannya.
Sebelum mengikuti perlombaan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan gigi dan mulut secara komprehensif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun pertemanan.
“Tujuan kita bukan hanya mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, berani tampil, dan memiliki pengetahuan yang bisa dibagikan kembali kepada lingkungan,” jelas drg. Eko.
Konsep tersebut sekaligus menunjukkan adanya transformasi dalam penyelenggaraan kegiatan RSKGM Kota Bandung. Jika pada tahun sebelumnya rangkaian kegiatan diisi dengan bakti sosial dan fun run, maka penyelenggaraan tahun keempat ini lebih diarahkan pada cerdas cermat dan pembentukan agen perubahan kesehatan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat edukasi kesehatan gigi menjadi lebih interaktif, menyenangkan, sekaligus mampu memperluas dampaknya kepada masyarakat.
Direktur RSKGM Kota Bandung pun memberikan pesan kepada seluruh peserta agar tetap percaya diri dan tidak takut menghadapi tantangan baru.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Karena itu, anak-anak tidak perlu merasa rendah diri ketika melihat kehebatan orang lain, melainkan fokus mengembangkan potensi dan memberikan yang terbaik bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara.


Melalui Lomba Cerdas Cermat Dokter Gigi Kecil dan Safari Pelangi, RSKGM Kota Bandung berharap edukasi kesehatan gigi tidak berhenti di ruang perlombaan. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan terus bergerak dari anak ke keluarga, dari sekolah ke lingkungan pertemanan, hingga menjadi bagian dari budaya hidup sehat masyarakat Kota Bandung.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun generasi emas tidak hanya dimulai dari pendidikan dan prestasi, tetapi juga dari kebiasaan sederhana menjaga kesehatan sejak usia dini.
0Komentar