TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Gerakan Bebersih Kota, Cobra dan 234 SC Bersatu Bersihkan Cimahi

Gerakan Bebersih Kota, Cobra dan 234 SC Bersatu Bersihkan Cimahi

Gerakan Bebersih Kota, Cobra dan 234 SC Bersatu Bersihkan Cimahi
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Ajakan Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P., untuk menggerakkan aksi bebersih kota mendapat respons dari berbagai elemen masyarakat. Organisasi kemasyarakatan (ormas), atlet, aparatur pemerintah, hingga warga di tingkat rukun warga (RW) bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.

Mengusung semangat Sunda “Cimahi Hejo Ulah Ngan Ukur Lalajo” yang berarti Cimahi hijau jangan hanya menjadi penonton, kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman.

Pada Jumat pagi (16/10/2026), kawasan Taman Sriwijaya hingga saluran air di depan Pasar Antri menjadi lokasi aksi gotong royong. Sebanyak 100 anggota Ormas Cobra dan 234 SC Kota Cimahi bersama sejumlah atlet Muaythai dari Cobra MMA turun langsung menyapu lingkungan, mengangkut sampah, serta membersihkan saluran air.
Gerakan Bebersih Kota, Cobra dan 234 SC Bersatu Bersihkan Cimahi
Gerakan Bebersih Kota, Cobra dan 234 SC Bersatu Bersihkan Cimahi
Kegiatan ini juga melibatkan unsur pemerintahan. Kepala Dinas PUPR, Kepala Diskominfo, Kepala DPKP Kota Cimahi, para camat, dan lurah se-Kota Cimahi turut hadir dan berbaur bersama peserta dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum Ormas Cobra sekaligus Ketua Bidang Organisasi Pengprov Muaythai Jawa Barat, Deddy Supriadi, menekankan pentingnya menjaga persatuan ant ormas serta membangun hubungan yang harmonis demi kepentingan masyarakat.

“Antarormas harus guyub, jangan ada pertengkaran. Hari ini kita buktikan Ormas Cobra dan 234 SC Kota Cimahi bisa bersatu untuk Cimahi. Tugas ormas itu membantu pemerintah, bukan merepotkan. Rasa memiliki kota ini harus tertanam, dan kontribusi nyata adalah merawatnya,” tegas Deddy.

Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan sosial merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata bagi daerah. Sinergi dengan pemerintah diharapkan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kehadiran atlet Muaythai binaan Cobra MMA turut memberikan pesan bahwa pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aksi bebersih tersebut. Ia juga menyapa para atlet Muaythai dan memberikan motivasi agar mereka terus bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Terima kasih, atlet. Semoga dalam Porprov nanti bawa emas untuk Kota Cimahi,” pesan Ngatiyana.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas keterlibatan berbagai elemen masyarakat yang bersatu menjaga kebersihan kota.

“Saya bangga kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan kegiatan hari ini, terutama Ormas Cobra, 234 SC, dan atlet Muaythai dari Cobra MMA. Jaga terus kekompakan, bersinergi terus dengan pemerintah,” kata Ngatiyana.

Pesan tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para peserta yang mengikuti kegiatan gotong royong.

Gerakan bebersih ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.

Keterlibatan anggota ormas, atlet, perangkat daerah, camat, lurah, hingga warga menjadi contoh kolaborasi lintas elemen dalam mendukung pembangunan Kota Cimahi.

Semangat gotong royong tersebut diharapkan dapat berlanjut secara konsisten di lingkungan RW dan kelurahan, sehingga kebersihan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, visi “Cimahi Mantap Makin Hepi” diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas umum, hingga memperkuat kepedulian sosial.

Gerakan “Cimahi Hejo Ulah Ngan Ukur Lalajo” pun menjadi pengingat bahwa membangun kota membutuhkan keterlibatan semua pihak. Bukan sekadar menyaksikan perubahan, melainkan ikut bergerak dan mengambil bagian dalam merawat Kota Cimahi. (Bd20)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar