TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
12 Tahun Menanti, Pak Sohi Kini Tersenyum Bahagia

12 Tahun Menanti, Pak Sohi Kini Tersenyum Bahagia

Setelah 12 tahun menjalani kehidupan di rumah yang jauh dari kata layak huni, Sohi, warga Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Setelah 12 tahun menjalani kehidupan di rumah yang jauh dari kata layak huni, Sohi, warga Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kini mulai bisa sedikit tersenyum. Harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak perlahan mulai terwujud melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari aspirasi anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, melalui POSPERA.

Program bantuan tersebut dilaporkan telah mencapai hampir 90 persen dari keseluruhan proses pelaksanaannya.

Sebelumnya, kondisi rumah Pak Sohi sempat menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan keadaan tempat tinggalnya viral di media sosial melalui akun TikTok Dusun Koplak.
12 Tahun Menanti, Pak Sohi Kini Tersenyum Bahagia
12 Tahun Menanti, Pak Sohi Kini Tersenyum Bahagia
Dalam video tersebut, masyarakat diperlihatkan kondisi rumah yang memprihatinkan. Lantai tanah, dinding bilik, serta bagian atap yang mengalami kebocoran menjadi gambaran kehidupan yang selama bertahun-tahun harus dijalani Pak Sohi.

Viralnya video tersebut rupanya menjadi salah satu momentum yang membuka perhatian masyarakat luas terhadap kondisi yang selama ini dialami Pak Sohi.

Pengurus POSPERA Dampingi Pak Sohi ke Bank BJB Dramaga

Pada hari Rabu (5/11/2026), Jumaedi, selaku pengurus POSPERA Kecamatan Pamijahan, sekaligus anggota BDP Desa Purwabakti yang baru terpilih , mendampingi Pak Sohi untuk membuka rekening di Bank BJB Dramaga.

Langkah tersebut merupakan salah satu persyaratan administrasi dalam proses penyaluran bantuan BSPS. Sebelumnya, seluruh rangkaian tahapan administrasi dan proses lainnya telah diselesaikan.

Jumaedi menjelaskan bahwa pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu sekaligus memastikan bantuan dapat tersampaikan kepada penerima manfaat sesuai mekanisme yang berlaku.

Adapun bantuan yang akan diterima Pak Sohi terdiri dari material bangunan senilai Rp17,5 juta dan alokasi upah pekerja sebesar Rp2,5 juta.

Menurut Jumaedi, dana upah sebesar Rp2,5 juta tersebut akan disalurkan melalui rekening Bank BJB atas nama Pak Sohi.

Ia juga menjelaskan bahwa mekanisme pembayaran upah pekerja dilakukan secara bertahap. Pembayaran pertama dapat dilakukan ketika progres renovasi rumah telah mencapai 30 persen, sedangkan sisa upah dibayarkan setelah proses renovasi benar-benar mencapai 100 persen.
12 Tahun Menanti, Pak Sohi Kini Tersenyum Bahagia
Dengan demikian, penyaluran bantuan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga harus dipastikan berjalan sesuai tahapan pelaksanaan pembangunan.

Ketika Media Sosial Mengetuk Pintu Kepedulian

Kisah Pak Sohi menjadi gambaran nyata bagaimana kekuatan media sosial dapat menghadirkan perhatian terhadap persoalan sosial yang selama ini mungkin luput dari perhatian publik.

Selama kurang lebih 12 tahun, kondisi rumah Pak Sohi menjadi potret persoalan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Berbagai unsur pemerintahan desa, mulai dari tingkat RT, RW, hingga jajaran kesejahteraan rakyat dan kepala desa, semestinya memiliki peran dalam mendeteksi serta memperjuangkan kebutuhan dasar warga yang berada dalam kondisi memprihatinkan.

Namun, hingga kisah Pak Sohi menjadi viral, kondisi rumahnya masih jauh dari standar kelayakan hunian.

Kehadiran konten TikTok Dusun Koplak kemudian menjadi pemantik perhatian masyarakat. Respons publik yang muncul turut membuka jalan bagi hadirnya pendampingan dari pengurus POSPERA wilayah daerah pemilihan 4 Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, hingga akhirnya Pak Sohi mendapatkan akses terhadap program BSPS melalui aspirasi Adian Napitupulu.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan warga tidak seharusnya menunggu viral terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian.

Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Pengingat bagi Pemerintah Desa

Kini, ketika proses bantuan BSPS hampir mencapai tahap akhir, harapan Pak Sohi untuk menempati rumah yang lebih layak semakin dekat menjadi kenyataan.

Namun, kisah ini menyisakan pertanyaan penting bagi seluruh unsur pemerintahan desa: bagaimana mungkin kondisi rumah warga yang memprihatinkan dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya solusi yang benar-benar terealisasi?

Program bantuan pemerintah semestinya dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan melalui pendataan, pengawasan, dan pendampingan yang proaktif, bukan hanya setelah persoalan mereka menjadi konsumsi publik.

Bagi Pak Sohi, bantuan ini tentu bukan sekadar angka Rp20 juta. Ini adalah harapan baru setelah 12 tahun bertahan dalam kondisi rumah yang tidak layak.

Dan bagi masyarakat, kisah ini menjadi pelajaran bahwa kepedulian tidak boleh menunggu sebuah penderitaan menjadi viral.

Kabaran Jabar akan terus mengawal perkembangan renovasi rumah Pak Sohi hingga benar-benar selesai dan dapat ditempati dengan layak. (Poy)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar