Kabaran Jabar, - Di saat para atlet berjuang dan bertanding di arena olahraga, ada tim yang bekerja di balik layar untuk memastikan seluruh kebutuhan kontingen terpenuhi. Mereka adalah Panitia Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kota Cimahi.
Sejak awal pekan ini, Tim Monev KONI Kota Cimahi bergerak ke tiga lokasi perjuangan atlet, yakni Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok. Kehadiran tim tersebut bertujuan memastikan para atlet dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan tanpa harus memikirkan persoalan konsumsi, akomodasi, maupun fasilitas pendukung lainnya.
Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Cimahi, Deddy S. Hardjasemeru menegaskan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh latihan dan kemampuan atlet, tetapi juga didukung kondisi fisik, asupan makanan bergizi, serta kualitas istirahat yang memadai.
"Kami tidak mau atlet kita kalah karena lapar, karena kurang minum, atau karena semalam tidak bisa tidur gara-gara AC hotel mati. Itu tugas kami. Atlet tugasnya hanya bertanding. Urusan makan, minum, akomodasi, dan hotel, biar kami yang urus," tegas Deddy, Jumat (6/11/2026), di Sekretariat KONI Kota Cimahi.
Tiga Fokus Utama Tim Monev
Dalam menjalankan tugasnya, Tim Monev KONI Kota Cimahi memiliki tiga fokus utama untuk memastikan pelayanan kepada atlet berjalan optimal.
1. Konsumsi dan Kebutuhan Minum Atlet
Tim Monev melakukan pemeriksaan langsung terhadap menu makanan yang disediakan bagi atlet di setiap lokasi pertandingan.
Konsumsi harus diberikan tepat waktu, bergizi, halal, serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Bagi atlet cabang olahraga bela diri, seperti Muaythai dan Kick Boxing, kebutuhan protein dan kecukupan cairan menjadi perhatian khusus. Hal ini penting untuk menjaga kondisi fisik atlet agar tetap prima selama menjalani pertandingan.
2. Akomodasi dan Hotel yang Layak
Selain konsumsi, tim juga mendatangi hotel tempat para atlet menginap untuk memastikan fasilitas yang tersedia memenuhi standar kelayakan.
Pemeriksaan meliputi kebersihan kamar, ketersediaan air bersih, keamanan, hingga jarak penginapan menuju venue pertandingan.
Apabila ditemukan fasilitas yang kurang memadai, tim langsung melakukan koordinasi untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan pemindahan tempat menginap.
Prinsipnya, setiap atlet harus mendapatkan tempat istirahat yang nyaman agar dapat memulihkan kondisi fisik setelah bertanding.
3. Monitoring dan Evaluasi Secara Berkala
Monitoring dan evaluasi tidak sekadar menjadi agenda formalitas. Setiap malam, Tim Monev melakukan evaluasi bersama pelatih dan manajer tim untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi selama pertandingan.
Mulai dari kebutuhan atlet, fasilitas pendukung, hingga hal-hal yang perlu diperbaiki untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Setiap permasalahan dicatat dan ditindaklanjuti agar pelayanan kepada kontingen semakin optimal.
Dampingi Atlet di Tiga Wilayah
Selama menjalankan tugas di Kabupaten Bekasi, Tim Monev turut memberikan dukungan moral secara langsung kepada atlet Muaythai yang berhasil melaju ke babak semifinal dan final pada Kejurprov XV.
Sementara di Kota Bogor, tim melakukan pendampingan terhadap atlet Kick Boxing. Adapun di Kota Depok, perhatian diberikan kepada kontingen cabang olahraga Catur, terutama untuk memastikan ketersediaan ruangan yang tenang dan kondusif sehingga atlet dapat berkonsentrasi selama pertandingan.
"Kami ingin orang tua atlet di Cimahi tenang. Anaknya di Bekasi, di Bogor, di Depok, tidak sendiri. Ada KONI yang menjaga. Ada panitia yang memastikan mereka makan, minum, dan tidur dengan baik," tambah Deddy.
Targetkan Peningkatan Prestasi Kota Cimahi
Sementara itu, Badan Unit Internal KONI Kota Cimahi, Bambang Irawan, menambahkan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan atlet, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga Kota Cimahi.
Menurutnya, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat kali ini tersebar di tiga kota. Selain itu, terdapat sejumlah cabang olahraga yang menjadi perhatian, termasuk terjun payung yang mulai diikuti kontingen Kota Cimahi tahun ini.
Bambang berharap seluruh atlet dapat memberikan penampilan terbaik dan mampu meningkatkan capaian prestasi dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya.
Ia menyebutkan, pada Porprov Jawa Barat 2022, Kota Cimahi berhasil meningkatkan posisi dari peringkat ke-27 menjadi peringkat ke-14.
Dengan perkembangan tersebut, pihaknya berharap prestasi olahraga Kota Cimahi kembali mengalami peningkatan dan mampu menembus 10 besar di tingkat Jawa Barat.
Melalui kerja Tim Monev yang melakukan pendampingan langsung di lapangan, KONI Kota Cimahi berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan nyaman, percaya diri, dan fokus meraih prestasi.
Upaya ini sekaligus menjadi bentuk komitmen KONI Kota Cimahi dalam memberikan perhatian menyeluruh kepada para atlet, mulai dari kebutuhan konsumsi, akomodasi, hingga dukungan selama pertandingan.
Sebab, di balik perjuangan atlet meraih medali, ada kerja keras banyak pihak yang memastikan mereka mendapatkan dukungan terbaik demi membawa nama baik Kota Cimahi. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:






0Komentar