TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Kang Dehan: RAPBD Majalengka 2026 Dinilai Lebih Baik

Kang Dehan: RAPBD Majalengka 2026 Dinilai Lebih Baik

Kang Dehan: RAPBD Majalengka 2026 Dinilai Lebih Baik
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Menanggapi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Majalengka Tahun 2026, Wakil Ketua I DPRD Majalengka, H. Deden Herdian Narayanto, S.T., atau yang akrab disapa Kang Dehan, menilai bahwa rancangan anggaran tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, RAPBD 2026 sudah sejalan dengan visi besar Majalengka Langkung Sae, terutama dalam misi membangun peradaban beragama dan tatanan sosial yang inklusif serta berkeadaban.

“Bagaimana pemerintah berfokus pada peningkatan keagamaan dan peradaban masyarakat Majalengka, itu harus digarisbawahi. Semua anggaran seharusnya mengacu ke sana,” ujar Kang Dehan.

Ia juga menyoroti misi kedua, yaitu peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan. Meskipun total RAPBD 2026 mencapai Rp3,055 triliun sedikit menurun dari tahun sebelumnya — ia menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.

“Meskipun ini baru tahap awal, kami akan dorong agar RAPBD 2026 bisa lebih baik, baik dari sisi jumlah maupun alokasinya,” imbuhnya.

Kang Dehan menjelaskan, anggaran untuk bidang pendidikan dan kesehatan tahun 2026 mencapai Rp670 miliar, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp656 miliar. Ia mengapresiasi langkah Pemkab Majalengka karena porsi anggaran untuk pendidikan telah mencapai 35 persen dan kesehatan 20 persen, sesuai standar nasional.

“Tinggal bagaimana porsi pengalokasiannya, apakah lebih besar untuk kegiatan atau justru untuk belanja pegawai,” jelasnya.

Meski demikian, Kang Dehan mendorong pemerintah daerah untuk terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak terlalu bergantung pada APBN pusat maupun APBD Provinsi Jawa Barat.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran dari pusat jelas terbatas. Maka PAD harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Diketahui, dalam RAPBD Majalengka 2026, pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp3,055 triliun atau turun 0,55 persen dibandingkan tahun 2025. Namun, PAD justru mengalami peningkatan 2,17 persen menjadi Rp670,459 miliar. Peningkatan ini ditopang oleh pajak daerah, retribusi, serta pendapatan sah lainnya.

Bupati Majalengka menambahkan bahwa defisit dalam RAPBD 2026 masih berada di bawah batas maksimal sesuai ketentuan perundangan, sehingga stabilitas fiskal daerah tetap terjaga.

Kang Dehan berharap, RAPBD 2026 benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Majalengka.

“Mudah-mudahan RAPBD Majalengka 2026 ini bisa lebih mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (Wawan)
Kang Dehan: RAPBD Majalengka 2026 Dinilai Lebih Baik

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar

RajaBackLink.com RajaBackLink.com