Kabaran Jabar, - Sistem penerimaan kemitraan media di tingkat kecamatan se-Kota Cimahi kembali menjadi perbincangan publik. Mekanisme yang berjalan saat ini dinilai belum sepenuhnya transparan dan berpotensi menimbulkan perlakuan tidak adil bagi media lokal.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua DPD PJPM Kota Cimahi sekaligus Ketua Umum Nasional LSM INAKOR, Marcky Polii, S.E. Ia mempertanyakan alasan penolakan kemitraan media yang kerap disampaikan pihak kecamatan dengan dalih kuota telah penuh akibat efisiensi anggaran.
Marcky yang dikenal dengan julukan “Si Raja Data” menilai, alasan tersebut tidak cukup kuat apabila tidak disertai penjelasan terbuka dan dasar kebijakan yang jelas kepada publik.
“Alasan efisiensi anggaran tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada kejelasan kriteria. Seharusnya humas kecamatan berkoordinasi dengan Diskominfo Kota Cimahi agar terang, media dan wartawan mana yang berhak diterima,” tegasnya.
Menurut Marcky, wartawan dan perusahaan media yang berdomisili di Kota Cimahi atau memiliki identitas kependudukan Cimahi sudah semestinya menjadi prioritas dalam kemitraan informasi publik di wilayah kecamatan. Ia menilai tidak adil jika media lokal justru tersisih tanpa penjelasan yang transparan.
“Kalau memang tidak diterima, silakan buka datanya. Media apa saja yang sudah bermitra, wartawannya siapa, dan domisilinya dari mana. Transparansi itu kunci,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Marcky usai Rapat Harian Pokja PJPM yang digelar di Sekretariat PJPM, Jalan Ciawitali RT 06 RW 09, Kelurahan Citerep, Kota Cimahi, Kamis (15/1/2026).
Ia berharap Pemerintah Kota Cimahi segera merespons persoalan ini dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kemitraan media di tingkat kecamatan.
Menurutnya, evaluasi penting agar kebijakan yang diterapkan selaras dengan prinsip keterbukaan informasi publik, keadilan, serta pemberdayaan jurnalis lokal.
“Kemitraan media bukan semata soal anggaran, tetapi soal keadilan informasi dan penghormatan terhadap kerja jurnalistik,” pungkas Marcky. **
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar