TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Indonesia Perlu Siaga Politik Global

Indonesia Perlu Siaga Politik Global

Indonesia Perlu Siaga Politik Global
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa dinamika politik global yang kian tidak menentu menuntut Indonesia memiliki kesiapan matang dan terukur.

Menurutnya, situasi dunia saat ini sarat ketegangan geopolitik yang berpotensi memicu guncangan besar, bahkan hingga skala perang dunia.

Dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan ke-7, Fahri mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh lengah.

Ia menyebut kemungkinan terjadinya konflik global besar sebagai ancaman nyata yang bisa menyeret banyak negara, termasuk Indonesia, menjadi korban dampak tidak langsung atau collateral damage jika tidak memiliki strategi dan posisi yang jelas di panggung internasional.

Karena itu, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dinilai sebagai langkah konstitusional, bukan sekadar manuver politik.

Fahri menekankan bahwa sejak awal kemerdekaan, cita-cita Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah ikut serta mewujudkan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan sosial dan perdamaian abadi.

Ia mengingatkan bahwa semangat tersebut telah dicontohkan para pendiri bangsa, termasuk Soekarno dan Mohammad Hatta, yang aktif membawa Indonesia terlibat dalam forum-forum internasional demi memperjuangkan kemerdekaan dan perdamaian global.

Langkah Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam BoP, lanjut Fahri, merupakan bagian dari mandat konstitusi.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah ambisi pribadi presiden, melainkan implementasi dari cita-cita kebangsaan yang sudah digariskan sejak hari pertama republik berdiri.

Namun, di tengah upaya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, Fahri mengakui masih adanya narasi perpecahan di dalam negeri, termasuk terkait partisipasi Indonesia dalam BoP.

Ia menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya tradisi kekompakan yang seharusnya menjadi fondasi bangsa, terutama di saat dunia sedang diliputi ketidakpastian.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019, Fahri menilai bahwa situasi global yang tidak stabil justru menuntut bangsa Indonesia untuk memprioritaskan rekonsiliasi dan persatuan nasional.

Ia menyebut bahwa sejak awal pembentukan koalisi pemerintahan saat ini, agenda rekonsiliasi telah dirancang agar bangsa tidak terus terjebak dalam polarisasi politik.

Momentum Ramadhan, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk refleksi bersama, terutama bagi para elite bangsa.

Ia mengajak seluruh komponen nasional untuk menjadikan bulan suci sebagai titik awal memperkuat solidaritas dan menyusun strategi jangka panjang demi menghadapi ketidakpastian global.

Fahri meyakini bahwa dengan persatuan yang kokoh serta keterlibatan aktif dalam percaturan global, Indonesia berpeluang tampil sebagai kekuatan baru dunia.

Ia menyebut arah tersebut sebagai bagian dari perjalanan menuju “superpower baru”, di mana Indonesia tidak hanya kuat secara nasional, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi peradaban umat manusia. **
Indonesia Perlu Siaga Politik Global

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar