Kabaran Jabar, - Berawal dari pertemuan kembali para sahabat lama dalam sebuah acara di Bogor pada Juli 2025, band Bhonyox kini menjelma menjadi salah satu grup musik yang aktif tampil di berbagai panggung.
Uniknya, band ini lahir tanpa perencanaan matang, melainkan dari momen kebersamaan yang penuh canda saat latihan musik.
Personel Bhonyox merupakan kumpulan kawan lama yang telah saling mengenal sejak masa sekolah.
Setelah sekian lama berpisah dan menjalani aktivitas masing-masing, mereka kembali dipertemukan dalam sebuah acara di Bogor.
Pertemuan tersebut berlanjut dengan sesi jamming kecil hingga akhirnya sepakat untuk mencoba latihan bersama di studio musik.
“Awalnya hanya kumpul-kumpul dan jamming santai. Besoknya kami sepakat latihan di studio musik di Bogor. Tiba-tiba ada tawaran manggung, padahal saat itu band ini bahkan belum punya nama,” ungkap salah satu personel ketika di wawancarai Kabaran Jabar, dalam acara Ryen Rebel dengan dukungan Jam’s Rock Production. Bertempat di sebuah Love Story Caffe, Bandung, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Nama Bhonyox sendiri lahir dari candaan di ruang latihan. Saat salah satu personel melakukan kesalahan saat bermain musik, muncul gurauan tentang efek suara yang terlalu berat hingga terdengar celetukan “Bhonyox”.
Candaan tersebut justru menjadi inspirasi dan akhirnya disepakati sebagai nama resmi band.
Penampilan perdana mereka ternyata mendapat sambutan positif dari penonton. Respons hangat tersebut membuat Bhonyox kembali menerima tawaran manggung di berbagai kesempatan hingga terus aktif berkarya sampai sekarang.
Dari sisi musikalitas, Bhonyox memiliki warna musik yang kuat dipengaruhi aliran rock dan metal klasik.
Salah satu personelnya dikenal sejak kecil sangat menggemari karya-karya band legendaris seperti Metallica, yang kemudian turut membentuk karakter musik grup tersebut.
Keunikan lain dari Bhonyox terletak pada dua gitarisnya yang memiliki kemampuan setara. Keduanya saling mengisi dan bertukar peran dalam membangun aransemen lagu.
Bahkan, penonton kerap kesulitan membedakan peran masing-masing saat tampil di atas panggung.
“Kami tidak pernah membatasi siapa gitar satu atau gitar dua. Semua saling melengkapi dan mendukung satu sama lain,” ujar personel band.
Bagi para anggota Bhonyox, terbentuknya band ini menjadi momen istimewa karena mempertemukan kembali sahabat-sahabat lama yang sempat terpisah selama hampir dua hingga tiga dekade.
Kebersamaan yang kembali terjalin menjadi energi utama dalam perjalanan mereka bermusik.
Ke depan, Bhonyox berharap dapat terus berkarya, menjaga persahabatan yang telah terbangun sejak masa sekolah, serta menghadirkan hiburan bagi para penikmat musik rock dan metal di berbagai daerah.
Melalui perjalanan yang terus berlanjut, Bhonyox berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berekspresi, terus berkarya, dan menjaga semangat persaudaraan yang menjadi napas utama dalam dunia musik underground Indonesia.
Dengan komitmen yang kuat terhadap kreativitas, solidaritas, dan konsistensi, Bhonyox membuktikan bahwa musik keras bukan sekadar genre, melainkan sebuah gerakan budaya yang menyatukan banyak orang dalam satu semangat yang sama.
“Yang terpenting bagi kami adalah tetap bersama, menikmati musik, dan menjaga persahabatan yang sudah terjalin sejak lama. Musik menjadi jembatan yang mempertemukan kami kembali,” tutup mereka. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar