Kabaran Jabar, - Suasana khidmat berpadu optimisme terasa kuat dalam gelaran Kaleidoskop dan Doa Akhir Tahun 2025 yang berlangsung penuh makna. Dua pimpinan daerah tampil menjadi representasi kepemimpinan dan harapan masyarakat di penghujung tahun.
Acara ini di adakan berlangsung di halaman kantor wali kota Cimahi, pada Rabu, (31/12/2025).
Ini bukan sekadar seremoni penutup kalender 2025, melainkan ruang refleksi atas perjalanan panjang pembangunan, dinamika pelayanan publik, serta tantangan yang telah dilewati bersama. Visual senyum dan gestur sederhana dari para pimpinan di layar menjadi pesan kuat tentang kedekatan, kebersamaan, dan semangat melayani.
Sementara itu, doa yang dipanjatkan mengalir tenang, dipimpin dari atas panggung dengan suasana yang meneduhkan. Momen ini menjadi penegas bahwa setiap capaian tidak terlepas dari ikhtiar spiritual, sekaligus pengingat bahwa masa depan membutuhkan kerja keras yang disertai ketulusan.
Kaleidoskop akhir tahun ini menjadi simbol penutup yang elegan: menoleh ke belakang untuk belajar, lalu melangkah ke depan dengan keyakinan. Tahun 2025 pun ditutup bukan hanya dengan catatan prestasi, tetapi juga dengan harapan baru yang dititipkan untuk tahun yang akan datang.
Sementara, Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Cimahi untuk menutup tahun 2025 dengan rasa syukur dan semangat evaluasi bersama.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan refleksi akhir tahun yang digelar secara sederhana namun sarat makna, diisi doa bersama dan peninjauan capaian pembangunan sepanjang tahun.
Ngatiyana menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hasil kerja individu pimpinan daerah semata, melainkan buah kerja kolektif seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat daerah. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah bekerja maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan.
“Yang bekerja itu bukan wali kota dan wakil wali kota, tetapi Bapak dan Ibu semua. Kami hanya merencanakan dan mendampingi. Kerja nyata ada di tangan para ASN,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Pemkot Cimahi memfokuskan pembangunan pada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor kesehatan, pendidikan, dan sosial. Di bidang kesehatan, Pemkot Cimahi telah meresmikan Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPDRS) di salah satu rumah sakit daerah. Fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan darah bagi masyarakat tanpa harus bergantung pada suplai dari luar daerah.
Selain itu, Gedung Baru Puskesmas Cibeureum juga telah diresmikan dengan fasilitas yang lebih representatif dan nyaman. Puskesmas tersebut diproyeksikan melayani sekitar 68 ribu jiwa dengan dukungan 45 tenaga kesehatan, guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer bagi warga.
Di sektor pendidikan, Pemkot Cimahi telah merehabilitasi sekitar 85 ruang kelas beserta fasilitas pendukungnya, termasuk sanitasi sekolah. Ngatiyana memastikan pembangunan sekolah akan terus berlanjut pada tahun berikutnya, termasuk rencana pembangunan SMP Negeri 14 dan SMP Negeri 15 guna memenuhi kebutuhan daya tampung peserta didik.
Sementara di bidang sosial, Pemkot Cimahi juga telah meresmikan Rumah Singgah sebagai tempat perlindungan sementara bagi masyarakat terlantar, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan maupun pembinaan mental. Rumah singgah ini dikelola secara terpadu oleh Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.
Tak hanya itu, pembangunan Bundaran Jati yang bertujuan mengurai kemacetan juga telah rampung dan diresmikan. Bundaran tersebut akan dilengkapi sarana pendukung pada awal tahun agar lebih tertata dan memperindah wajah kota.
Ngatiyana menekankan bahwa seluruh capaian tersebut dilandasi niat tulus, kerja cepat, dan kebersamaan lintas generasi. Ia berharap tahun-tahun mendatang Pemkot Cimahi dapat bekerja lebih baik lagi dengan menjunjung nilai keikhlasan, kepercayaan, serta landasan moral dan keagamaan.
Menutup sambutannya, Ngatiyana memohon doa dari para tokoh agama dan masyarakat agar Kota Cimahi senantiasa diberkahi, serta seluruh jajaran pemerintah diberi kekuatan untuk terus mengabdi kepada masyarakat.
“Semua ini kita lakukan bersama, tanpa sekat, tanpa perbedaan, demi Cimahi dan demi rakyat,” pungkasnya.
Disamping itu, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira, tak hanya berbicara soal capaian, juga membuka ruang refleksi atas perjalanan awal kepemimpinan yang mereka jalani bersama Wali Kota Cimahi.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun memimpin, Adhitia mengakui bahwa suka dan duka menjadi bagian yang tak terpisahkan dari roda pemerintahan yang tengah berputar.
Ia mengungkapkan, sejak sebelum pelantikan, tantangan sudah hadir lebih awal.
"Kebijakan efisiensi melalui Peraturan Presiden hingga penataan ulang skema transfer keuangan dari pusat ke daerah menjadi realitas yang harus dihadapi. Kondisi tersebut, bukan perkara ringan dan mustahil diselesaikan sendirian," ujarnya.
Namun di tengah situasi yang tidak ideal itu, Adhitia justru menemukan kekuatan besar dalam kolaborasi kepemimpinan.
Ia mengenang pertemuannya dengan Wali Kota Cimahi pada Februari 2024, pasca pemilihan presiden, sebagai titik awal terbentuknya chemistry dan kepercayaan.
"Dari pertemuan itu, ia melihat sosok pemimpin yang tulus, ikhlas, dan memiliki pengalaman hidup luar biasa, bahkan rela mempertaruhkan nyawa demi pengabdian," ungkapnya.
Nilai ketulusan dan pengabdian tersebut kemudian menjadi fondasi utama dalam membangun Cimahi.
"Bahwa perbedaan generasi antara dirinya yang berasal dari kalangan milenial dan Wali Kota yang merupakan generasi baby boomer bukanlah jurang pemisah, melainkan kekuatan besar yang saling melengkapi," tegasnya.
Kolaborasi lintas generasi itu, lanjutnya, menjadi modal penting untuk mewujudkan visi dan misi Cimahi Mantap.
"Perbedaan gaya kepemimpinan justru menghadirkan warna baru dalam pembangunan kota, tanpa keluar dari koridor aturan dan harapan masyarakat," kata Adhitia.
Menurut Adhitia, warga yang telah lama tinggal di Cimahi dapat merasakan bahwa pembangunan kini terasa lebih hidup, lebih berwarna, dan lebih dekat dengan masyarakat.
Ia menyebut dinamika kepemimpinan saat ini sebagai energi positif yang membuat Cimahi tampil lebih “colorful” dalam berbagai aspek pembangunan.
Menutup pernyataannya, Adhitia menyampaikan apresiasi dan permohonan maaf kepada seluruh pihak apabila selama perjalanan pemerintahan masih terdapat kekurangan.
Dengan nada hangat dan penuh humor, ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi akan terus dijaga demi Cimahi yang lebih baik ke depan. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:






0Komentar