Kabaran Jabar, - Erlangga Voice Fest tak hanya menjadi ajang pengembangan bakat mahasiswa, tetapi juga berperan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta kolaborasi lintas kampus di Pulau Jawa.
Festival yang digagas oleh Penerbit Airlangga ini menghadirkan berbagai kompetisi dan pertunjukan seni yang melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Asisten Managing Director Penerbit Airlangga, Hiko Erlina, mengatakan bahwa The Voice Fest dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa agar mampu bersaing secara sehat dan profesional.
“Melalui The Voice Fest, kami ingin menciptakan wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka, sekaligus melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi yang akan sangat dibutuhkan saat memasuki dunia kerja,” ujar Hiko Erlina saat ditemui awak media, Sabtu (07/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa festival ini diikuti oleh mahasiswa dari 31 perguruan tinggi di Pulau Jawa dengan total peserta mencapai sekitar 2.500 orang.
Berbagai kegiatan ditampilkan, mulai dari kompetisi paduan suara, lomba pidato berbahasa Inggris dan Belanda, hingga pertunjukan seni seperti musik, musikalisasi puisi, pameran, skate performance, serta live cooking performance.
“The Voice Fest sudah dimulai sejak Desember melalui proses seleksi online. Hari ini, sebanyak 550 peserta tampil di babak semifinal, dan besok akan digelar babak final yang diikuti 10 tim choir, 5 finalis speech competition bahasa Inggris, serta 5 finalis speech competition bahasa Belanda,” jelasnya.
Menurut Hiko Erlina, mahasiswa dipilih sebagai sasaran utama karena mereka merupakan generasi penerus yang akan berperan penting dalam pembangunan bangsa.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyampaikan gagasan, mampu bekerja sama, dan menjunjung nilai-nilai positif melalui suara dan pidato mereka,” tambahnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan The Voice Fest juga datang dari JF Adyatama Parekraf tingkat muda Provinsi Jawa Barat, Melinda Rizki.
Ia menilai festival ini sebagai langkah strategis dalam mengembangkan potensi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Kegiatan seperti The Voice Fest sangat penting karena mampu menjadi wadah pengembangan talenta generasi muda, sekaligus memperkuat subsektor ekonomi kreatif, khususnya penerbitan, seni musik, dan seni pertunjukan,” ujar Melinda Rizki.
Ia juga berharap festival ini dapat memberikan dampak lanjutan bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal, khususnya di Kota Bandung.
“Selain meningkatkan kreativitas anak muda, kegiatan ini berpotensi mendorong kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, menyampaikan apresiasi kepada Penerbit Airlangga atas inisiatif penyelenggaraan The Voice Fest.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Airlangga. Kegiatan ini tidak hanya mencetak calon pemimpin muda yang berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung,” ungkap Nuzrul.
Menurutnya, penyelenggaraan festival di beberapa titik seperti The Magistrate, Culture Stage, dan The Braga Stage turut meningkatkan aktivitas kawasan wisata dan okupansi hotel.
Apresiasi serupa disampaikan Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Frans Umbudata. Ia menilai The Voice Fest sebagai ajang yang mampu mendorong kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai kampus dan latar belakang.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena mampu memfasilitasi kreativitas mahasiswa dari berbagai bidang, baik paduan suara maupun lomba pidato. Kami berterima kasih karena universitas kami dilibatkan, tidak hanya di Bandung, tetapi juga di tingkat Pulau Jawa,” ujarnya.
Melalui The Voice Fest, diharapkan sinergi antara dunia pendidikan, industri kreatif, dan pemerintah dapat terus terbangun demi menciptakan generasi muda yang kreatif, berdaya saing, dan berintegritas. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar