Kabaran Jabar, - Pemerintah Kota Cimahi bersama Badan Pusat Statistik Kota Cimahi resmi menggaungkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis memperkuat fondasi pembangunan berbasis data.
Kegiatan yang digelar di Gedung B Pemkot Cimahi, pada Kamis, (26/2/226) ini mengusung tema “Sensus Akurat, Kebijakan Tepat”.
Kegiatan ini dihadiri para asisten daerah, kepala OPD, camat se-Kota Cimahi, serta Kepala BPS Kota Cimahi, Rendra Kurniawan beserta jajaran.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Mei–Juni 2026, dengan tahapan awal dimulai sejak April mendatang.
Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar pendataan, melainkan upaya membangun arah kebijakan yang lebih presisi di tengah dinamika pertumbuhan usaha dan tantangan ekonomi global.
Kepala BPS Kota Cimahi menyampaikan bahwa sensus ini akan menjangkau seluruh pelaku usaha, mulai dari skala mikro, kecil, menengah hingga besar, termasuk sektor informal yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Data yang terkumpul nantinya akan menjadi rujukan penting dalam perencanaan pembangunan, penyusunan program pemberdayaan UMKM, hingga penguatan sektor industri kreatif.
“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Inilah fondasi penting agar pembangunan ekonomi di Cimahi semakin terarah dan inklusif,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cimahi juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ini. Kolaborasi lintas perangkat daerah diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha agar memberikan informasi yang benar dan transparan.
Dengan dimulainya Sensus Ekonomi 2026, Cimahi menegaskan komitmennya sebagai kota yang adaptif terhadap perubahan, berbasis data, dan siap memperkuat daya saing ekonomi daerah. Harapannya, hasil sensus ini akan menjadi pijakan strategis dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala BPS Kota Cimahi, Rendra Kurniawan, memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang diamanahkan memimpin per 24 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan upaya komprehensif untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi di wilayah Kota Cimahi.
“Sensus ini mencakup seluruh usaha, baik skala rumah tangga, pelaku UMKM, hingga usaha di pusat perbelanjaan dan sektor industri lainnya. Data yang dihasilkan harus asli, valid, dan menjadi pondasi utama perencanaan pembangunan,” ujarnya.
Rendra menekankan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat daerah, termasuk dukungan surat edaran wali kota kepada BUMN, BUMD, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat agar partisipasi semakin optimal.
Strategi sosialisasi pun disiapkan, mulai dari pemanfaatan videotron, media sosial, website resmi, hingga pembukaan mimbar sensus dan klinik sensus di pasar maupun pusat perbelanjaan. Pengisian data akan dilakukan melalui aplikasi berbasis Android, iOS, serta laman website resmi.
Sebanyak sekitar 420 petugas lapangan akan diterjunkan dalam proses pendataan. Launching pendataan Sensus Ekonomi 2026 direncanakan pada 16 Mei 2026.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (SEKDA) Kota Cimahi, Maria Fitriyani, yang mewakili Wali Kota Cimahi, menegaskan bahwa sensus ini merupakan tahapan strategis untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Fondasi perencanaan pembangunan harus berbasis data yang akurat, terbaru, dan valid. Kualitas kebijakan publik sangat ditentukan oleh kualitas data yang kita miliki,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan kebijakan yang kerap muncul akibat perbedaan persepsi data, seperti dinamika kesejahteraan masyarakat, ketenagakerjaan, hingga pergeseran desil ekonomi. Menurutnya, Sensus Ekonomi menjadi momentum penting untuk memperbarui dan menyelaraskan data riil di lapangan.
Maria juga menyoroti pentingnya pemahaman masyarakat dalam pengisian data, termasuk definisi bekerja dalam konteks statistik, agar tidak terjadi bias pelaporan yang berdampak pada angka pengangguran maupun kebijakan bantuan sosial.
Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Cimahi
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Sekda menambahkan bahwa Sensus Ekonomi terakhir dilaksanakan pada 2016.
Setelah satu dekade, pendataan kembali dilakukan untuk melihat perkembangan struktur ekonomi Kota Cimahi, termasuk potret usaha yang tumbuh maupun yang berhenti beroperasi.
“Hasil sensus ini diharapkan menjadi dasar kebijakan pemerintah ke depan. Kita ingin mengetahui kondisi riil, termasuk angka TPT dan perkembangan sektor usaha, sehingga program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan instansi terkait mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat dan kolaborasi yang kuat, arah pembangunan Kota Cimahi diharapkan semakin terukur dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hari ini, Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan rapat koordinasi sebagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mengingat Cimahi memiliki banyak industri besar, pendataan akan mulai dilaksanakan pada bulan April.
Pemerintah berharap hasil sensus ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian Kota Cimahi. Setelah terakhir dilaksanakan pada 2016, sensus kembali digelar 10 tahun kemudian untuk melihat perkembangan yang terjadi.
Dari hasil pendataan tersebut, diharapkan dapat tergambar secara jelas perkembangan kegiatan ekonomi, kondisi usaha, serta permasalahan ketenagakerjaan, termasuk angka pengangguran yang sebelumnya telah disampaikan dalam rapat koordinasi. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar