Kabaran Jabar, - Pemerintah Korea Selatan dilaporkan tengah mempertimbangkan percepatan pengiriman rudal untuk sistem pertahanan udara jarak menengah Cheongung-2 (KM-SAM Block II) ke Uni Emirat Arab (UEA). Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Laporan kantor berita News1 pada Selasa menyebutkan bahwa percepatan pengiriman itu dipertimbangkan setelah UEA meminta jadwal distribusi yang lebih cepat dari kontrak yang disepakati pada 2022. Permintaan tersebut sebelumnya juga diungkap oleh kantor berita Yonhap News Agency pekan lalu.
UEA disebut ingin memperkuat sistem pertahanan udaranya di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan tersebut. Pemerintah Seoul pun sedang meninjau kemungkinan mempercepat proses pengiriman perangkat pertahanan itu.
Rekaman video yang dirilis News1 memperlihatkan sebuah pesawat angkut militer Boeing C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara UEA berada di Pangkalan Udara Daegu, Korea Selatan. Dalam rekaman tersebut, terlihat proses pemuatan yang diduga merupakan rudal Cheongung-2.
Pesawat kargo militer itu terpantau berada di pangkalan udara sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada Senin (9/3). Setelah proses pemuatan selesai, pesawat lepas landas pada pukul 19.25 dan dilaporkan mendarat di Pangkalan Udara Al Dhafra di UEA pada Selasa.
Tidak jauh dari pangkalan udara tersebut, perusahaan pertahanan LIG Nex1 diketahui memproduksi rudal Cheongung-2 yang kemungkinan menjadi bagian dari kargo pesawat. Pesawat angkut C-17 sendiri memiliki kapasitas muatan hingga sekitar 77 ton.
Sebelumnya pada 2022, UEA menandatangani kontrak pembelian 10 unit sistem Cheongung-2 dengan dua perusahaan pertahanan Korea Selatan, yakni LIG Nex1 dan Hanwha Aerospace. Hingga saat ini, Seoul dilaporkan telah mengirimkan dua unit sistem tersebut.
Ketegangan kawasan meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian merespons dengan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar