Kabaran Jabar, - Aksi protes mewarnai jalannya sidang internasional di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York ketika Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Turkiye, Mahinur Ozdemir Goktas, memilih meninggalkan ruang sidang saat perwakilan Israel mulai menyampaikan pidatonya.
Peristiwa tersebut terjadi dalam pertemuan ke-70 Commission on the Status of Women 70th Session yang digelar di markas besar PBB pada Kamis. Aksi Goktas menjadi simbol protes terbuka terhadap kebijakan Israel, khususnya terkait konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Goktas keluar dari ruang sidang tepat ketika Menteri Israel, May Golan, mulai berbicara di hadapan para delegasi negara peserta. Tidak hanya Turkiye, beberapa perwakilan negara lain juga terlihat mengikuti langkah tersebut dengan meninggalkan ruangan sebagai bentuk penolakan simbolik.
Pemerintah Turkiye selama ini menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengecam tindakan Israel dalam konflik di Gaza yang terus memicu keprihatinan global. Sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023, korban jiwa dilaporkan mencapai puluhan ribu orang, dengan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Sidang tahunan Commission on the Status of Women (CSW) sendiri berlangsung pada 9 hingga 19 Maret dan menjadi forum terbesar di bawah PBB yang membahas isu kesetaraan gender dan perlindungan hak-hak perempuan di tingkat global.
Pada tahun ini, forum tersebut mengangkat tema “Ensuring and strengthening access to justice for all women and girls”, yang menyoroti berbagai hambatan yang masih dihadapi perempuan dalam mengakses keadilan, termasuk ketimpangan dalam sistem hukum serta tantangan mempersempit kesenjangan keadilan bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.
Namun di tengah agenda besar tersebut, ketegangan geopolitik kembali terasa, menunjukkan bahwa isu kemanusiaan dan politik global kerap berkelindan bahkan di forum yang fokus pada perjuangan hak perempuan. **
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar