TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Ziarah Khidmat Jejak Ulama Cirebon

Ziarah Khidmat Jejak Ulama Cirebon

Ziarah Khidmat Jejak Ulama Cirebon
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Suasana khidmat menyelimuti kawasan makam Syekh Lemah Abang di Cirebon. Lokasi ini menjadi salah satu tujuan ziarah yang sarat nilai spiritual, tempat masyarakat mengenang jejak para ulama penyebar Islam di tanah Jawa.

Dalam sejumlah naskah kuno seperti Negara Kertabumi dan Purwaka Caruban Nagari, sosok Syekh Siti Jenar yang kerap dikaitkan dengan Syekh Lemah Abang dikenal sebagai ulama yang mengajarkan Tarekat Wujudiyah.

Ia diyakini memiliki pengaruh besar dalam perkembangan tasawuf di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kisah yang berkembang di masyarakat menyebutkan, saat wafat, jenazahnya mengeluarkan aroma harum seperti bunga melati. Ungkapan Jawa “sakudupe kembang melati ambune arum wangi” pun melekat sebagai simbol kemuliaan. Dari peristiwa itulah, kawasan Kemlaten dipercaya mendapatkan namanya.

Ziarah ke tempat ini bukan sekadar kunjungan biasa. Para peziarah datang untuk memanjatkan doa, mengenang jasa para wali dan ulama yang telah berperan besar dalam penyebaran Islam.

Di antaranya Sunan Gunung Jati, Syekh Maulana Dzatul Kahfi, serta Syekh Siti Jenar beserta para muridnya.

Dalam tradisi tasawuf, ajaran Wujudiyah yang dikaitkan dengan Syekh Siti Jenar juga dikenal melalui tokoh-tokoh sufi dunia seperti Mansur Al-Hallaj dan Hamzah Fansuri.

Pemikiran ini menekankan kedekatan spiritual antara manusia dan Sang Pencipta melalui perjalanan batin yang mendalam.

Tak jauh dari area makam, berdiri Masjid Syarif Abdurrahman yang menjadi tempat ibadah sekaligus peristirahatan bagi para peziarah dari berbagai daerah. Masjid ini turut melengkapi nuansa religius yang kental di kawasan tersebut.

Bagi banyak orang, ziarah menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia adalah momen untuk memperdalam doa, mengenang perjuangan ulama, sekaligus memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah ketenangan itu, lantunan doa pun mengalun lirih:

“Allahummaghfirlahum warhamhum… lahumul Fatihah.”

Doa tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan para ulama dalam menyebarkan kebaikan akan selalu hidup dalam ingatan, menginspirasi generasi demi generasi. (Ghaza)
Ziarah Khidmat Jejak Ulama Cirebon

Ziarah Khidmat Jejak Ulama Cirebon

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar