Kabaran Jabar, - Pemerintah Kota Cimahi resmi menyalurkan bantuan pangan melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada puluhan ribu warga penerima manfaat.
Peluncuran program ini digelar di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis (9/4/2026), sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan beban pengeluaran masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Mohammad Ronny, yang hadir mewakili Wali Kota Cimahi, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, program CPP merupakan instrumen strategis dalam mengantisipasi potensi kerawanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Penyaluran cadangan pangan ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mencegah terjadinya kerawanan pangan. Ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat,” ujar Ronny.
Dalam program ini, Pemkot Cimahi menyalurkan total 827.740 kilogram beras dan 165.548 liter minyak goreng kepada 41.387 penerima bantuan pangan (PBP). Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Program CPP merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional yang menugaskan Perum Bulog dalam distribusi cadangan pangan ke daerah.
Pelaksanaannya di Cimahi melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, hingga mitra distribusi logistik.
Ronny menambahkan, bantuan ini tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah. Dengan ketersediaan bahan pokok yang terjamin, diharapkan daya beli masyarakat tetap stabil.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Ratih Rachmawati, memastikan stok beras dalam kondisi aman.
Ia menyebutkan bahwa momentum panen saat ini dimanfaatkan untuk memperkuat cadangan pangan nasional.
“Pada bulan-bulan ini stok justru meningkat. Kami memanfaatkan masa panen untuk menambah cadangan gabah dan beras. Saat ini, cadangan pangan kami cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 sampai 11 bulan ke depan,” ungkapnya.
Dari sisi kualitas, Ratih menegaskan bahwa beras yang disalurkan merupakan beras medium dengan standar mutu pemerintah, sehingga tetap layak dan aman dikonsumsi masyarakat.
Selain penyaluran bantuan, Bulog juga membuka peluang intervensi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini akan dijalankan bersama Pemkot Cimahi melalui berbagai skema, termasuk gerakan pangan murah guna menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Dengan distribusi yang tepat sasaran dan terverifikasi, Pemkot Cimahi optimistis program ini mampu memberikan dampak nyata. Tidak hanya meringankan beban rumah tangga, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi keseimbangan antara produsen dan konsumen. (IKPS/Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar