Kabaran Jabar, - Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Cimahi, Deddy S. Hardjasemeru, menegaskan peran strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia sebagai wadah utama dalam pengembangan cabang olahraga (cabor) di daerah.
Menurut Deddy, KONI berfungsi sebagai organisasi yang mengoordinasikan seluruh cabang olahraga di tingkat kota/kabupaten, termasuk di Kota Cimahi.
“KONI menjadi wadah pembinaan olahraga prestasi di daerah. Semua cabang olahraga yang telah resmi diakui secara nasional dan memiliki kepengurusan provinsi dapat diakomodir menjadi bagian dari pembinaan KONI Kota Cimahi,” ujar Deddy saat ditemui di kantor KONI Kota Cimahi, Ruko Setra Humas Residence Jl. Encep Ky, Citeureup Kota Cimahi, pada Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme pembinaan atlet dilakukan melalui masing-masing cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI.
Dalam hal ini, KONI turut memberikan arahan, melakukan evaluasi, serta memantau perkembangan setiap cabor, mulai dari lokasi latihan, jumlah atlet, hingga capaian prestasi.
Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk mengukur keberhasilan pembinaan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Deddy menyebutkan bahwa setiap cabang olahraga yang ingin berada di bawah naungan KONI harus memenuhi kriteria sebagai organisasi resmi yang diakui secara nasional serta memiliki rekomendasi dari pengurus provinsi untuk membentuk kepengurusan di tingkat kota.
Dalam memastikan pemerataan pembinaan, KONI Kota Cimahi menerapkan sistem evaluasi berbasis prestasi.
Cabor dengan capaian berbeda baik tingkat daerah, provinsi, nasional hingga internasional mendapatkan pendekatan pembinaan yang disesuaikan.
“Kami mendorong setiap cabor memiliki kejuaraan tingkat daerah sebagai sarana pembinaan dan regenerasi atlet,” katanya.
Namun demikian, Deddy mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan olahraga prestasi adalah keterbatasan anggaran.
Semakin banyak cabang olahraga yang dibina, semakin besar pula kebutuhan pembiayaan. Meski begitu,
ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.
“Kami ingin atlet dan pengurus memiliki tanggung jawab moral membawa nama baik Kota Cimahi, bukan semata-mata karena faktor finansial,” tegasnya.
Terkait pencarian dan pembinaan atlet muda, KONI Kota Cimahi aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta menggelar berbagai event olahraga khususnya Muay Thai.
Upaya ini bertujuan untuk menjaring bibit atlet sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga.
Dalam peningkatan kualitas pelatih, KONI juga memberikan dukungan terhadap pelatihan, termasuk pelatih berskala nasional hingga internasional, dengan syarat memiliki legalitas dan rekomendasi dari organisasi cabang olahraga terkait.
Untuk program unggulan, KONI Kota Cimahi memberikan perhatian khusus pada cabang olahraga yang berpotensi meraih medali, baik dari kategori individu maupun beregu.
Strategi pembinaan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabor.
Menghadapi kompetisi tingkat nasional hingga internasional, KONI menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, pelatih, atlet, dan orang tua.
Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan, mengingat keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah.
Saat ini, pendanaan pembinaan olahraga di Kota Cimahi masih didominasi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Meski belum sepenuhnya mencukupi, Deddy mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cimahi yang dinilai lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain.
Terkait keterbatasan sarana dan prasarana, KONI Kota Cimahi terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi dan wilayah sekitar.
“Fasilitas olahraga di Cimahi sebenarnya cukup memadai, tinggal bagaimana kita membangun komunikasi dan kerja sama yang baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Deddy mengajak seluruh insan olahraga untuk tetap semangat dalam membangun prestasi.
“Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga membentuk kesehatan dan karakter. Prestasi adalah bonus dari proses pembinaan yang baik,” pungkasnya. (Bd20)



0Komentar