Kabaran Jabar, - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Balai Kota Malang menghadirkan warna berbeda melalui aksi kreatif dari skena musik independen sebagaimana di kutip dari beberapa sumber, Kamis (7/5/2026).
Sejumlah kolektif hardcore dan punk, seperti Hektar dan The Reackless, menggelar konser jalanan di tengah kerumunan massa aksi sebagai bentuk solidaritas sekaligus protes terhadap semakin terbatasnya akses ruang publik.
Aksi ini disiapkan secara swadaya dalam waktu singkat, hanya sekitar satu minggu, dengan melibatkan kolaborasi lintas komunitas—mulai dari musisi, buruh, hingga mahasiswa.
Pertunjukan musik yang berlangsung di ruang terbuka tersebut menjadi medium ekspresi sekaligus simbol perlawanan terhadap prosedur perizinan yang dinilai kian rumit dan membatasi aktivitas kreatif masyarakat.
Kehadiran gigs jalanan ini tidak hanya menyuguhkan energi musik yang kuat, tetapi juga mempertegas pesan bahwa ruang publik merupakan milik bersama yang seharusnya dapat diakses secara bebas dan inklusif.
Dalam suasana penuh semangat, para peserta aksi menyatu dalam lantunan musik, membangun solidaritas dan mempererat ikatan emosional di antara berbagai elemen yang hadir.
Melalui aksi ini, skena musik Malang menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi alat advokasi yang efektif. Kolaborasi antara pelaku seni dan kelompok masyarakat lainnya diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih terbuka serta berpihak pada kebebasan berekspresi di ruang publik.
Aksi solidaritas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh tidak hanya soal hak ekonomi, tetapi juga mencakup hak atas ruang, ekspresi, dan kebebasan berkumpul di ruang publik yang adil dan demokratis. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar